Menuju Pendidikan yang Progresif: Aspirasi dan Pernyataan Sikap Mahasiswa FITK

redaksi
By redaksi
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Mahasiswa FITK nyatakan sikap persoalan pendidikan pada hari terakhir PBAK UIN Walisongo Semarang, Kamis (14/8).
Foto: Ig/Instagram Dema Fitk

Semarang, Justisia.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo tahun 2025, memiliki momen tersendiri bagi mahasiswa baru khususnya Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Hari terakhir PBAK mahasiswa FITK bersama maba menyatakan sikap tentang isu pendidikan yang tengah menghadapi tantangan serius, mulai dari ketimpangan fasilitas hingga komersialisasi pendidikan. Bertempat di landmark pada Kamis, (14/8).

Akhir-akhir ini pendidikan sendiri dijadikan sebuah komersial. Biaya kian meninggi, fasilitas yang tak memadai, rendahnya kesejahteraan guru, mulai mengikis esensi dari sebuah pendidikan itu sendiri.

Hirzi selaku salah satu panitia PBAK menanggapi tentang pemicu isu yang diangkat melalui pernyataan sikap Mahasiswa FITK dikarenakan kiannya menurun nilai dan mutu dari pendidikan di Indonesia.

“Permasalahan pendidikan di Indonesia, seperti kesenjangan akses, komersialisasi, ketimpangan fasilitas, perubahan kurikulum yang tidak terukur, dan rendahnya kesejahteraan guru,” terang Hirzi.

Pernyataan sikap yang dilakukan bertujuan agar menumbuhkan sikap kritis serta menjadi awal bagi mahasiswa baru sebagai penggerak untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengawal dan pengkritik kebijakan pendidikan demi terwujudnya pendidikan yang adil, berkualitas, dan berpihak pada rakyat,” lanjutnya.

Hirzi mengharapkan dengan diangkatnya isu pendidikan ini menjadi gerbang pembuka mahasiswa meneruskan keberanian suara demi mewujudkan cita-cita pendidikan yang bermutu bagi semua kalangan.

“Menumbuhkan kesadaran kritis, keberanian bersuara, dan komitmen untuk terus mengawal isu pendidikan demi tercapainya cita-cita pendidikan nasional,” pungkas Hirzi.

Penulis: Fata
Red/Ed: Redaktur

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *