Semarang, Justisia.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimun, menyapa mahasiswa baru UIN Walisongo dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) melalui kuliah umum kebangsaan di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (18/8).
Taj Yasin mengawali kuliah umum dengan menekankan pentingnya nasionalisme yang berlandaskan ajaran agama. Ia menegaskan bahwa cinta tanah air atau hubbul wathan harus diimplementasikan mahasiswa melalui semangat belajar.
“Untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang kuat, negara yang hebat, itu harus dimulai dari warganya, dari penduduknya,” tuturnya.
Di tengah kuliah umum, sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk kritik yang menyoroti penurunan tanah akibat industrialisasi di pesisir Jawa Tengah. Menanggapi kritik tersebut, Taj Yasin menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan pembangunan giant sea wall dan hybrid sea wall, serta berkoordinasi dengan para pakar dari universitas.
“Kami sudah menyiapkan giant sea wall, hybrid sea wall,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa asal Jakarta, Raihan, turut menyoroti banyaknya anak muda yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena terkendala biaya. Taj Yasin menanggapi dengan menjelaskan bahwa skema bantuan pendidikan yang dikelola pemerintah provinsi masih terbatas pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tengah mengoordinasikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.
“Apa yang kami lakukan sebagai pemerintah provinsi? Kami koordinasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dimas, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), turut menyampaikan aspirasinya terkait hak-hak guru. Taj Yasin menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terbanyak di Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pendidik.
Taj Yasin juga berjanji akan menyampaikan aspirasi terkait kenaikan gaji guru kepada pemerintah pusat. Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan pintu menuju kemajuan Negara Republik Indonesia.
Red/Ed: Redaksi
Penulis: Farekha