
Semarang, Justisia.com – Sebanyak 2.016 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda Periode Agustus 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang berlangsung di Gedung Auditorium II Prof. Tgk. Ismail Yaqub pada Sabtu, (22/8).
Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk mengawali kiprah baru di tengah masyarakat dengan membawa ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dari total 2.016 wisudawan, sebanyak 1.006 mengikuti prosesi pada sesi pagi, sedangkan 1.010 lainnya mengikuti prosesi pada sesi siang.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., berpesan kepada para lulusan agar mampu menjalankan amanah sebagai sarjana, magister, maupun doktor dengan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Para lulusan justru diharapkan tetap memiliki semangat untuk belajar dan mengembangkan diri setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
“Meski telah bergelar sarjana, magister, bahkan doktor, tetapi jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.
Menurut Prof. Musahadi, ilmu yang telah diperoleh selama berada di UIN Walisongo perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang amanah, berintegritas, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Semoga saudara-saudara semua selalu diberikan kekuatan lahir dan batin untuk mengemban amanah sebagai sarjana, sebagai magister, sebagai doktor UIN Walisongo Semarang dan bisa menghadirkan diri sebagai sumber kemaslahatan dan kebaikan untuk umat manusia,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Prof. Musahadi juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, keberhasilan yang diraih para lulusan merupakan hasil dari perjuangan yang melibatkan dukungan, doa, tenaga, hingga pengorbanan orang tua.
“Jangan pernah lupa bahwa prestasi yang saudara-saudara capai hingga hari ini di belakangnya ada kerja keras, ada doa, cucuran keringat, bahkan air mata dari orang tua saudara-saudara,” ujarnya.
Ia meminta para lulusan untuk senantiasa menghargai jasa orang tua dan mendoakan mereka agar mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Selain itu, Rektor menyampaikan permohonan maaf kepada para wisudawan dan keluarga apabila selama menjalani proses pendidikan di UIN Walisongo terdapat pelayanan, interaksi, maupun kebijakan yang dirasakan kurang berkenan.
“Kami mohon maaf apabila selama bergaul dengan para dosen, dengan pimpinan UIN Walisongo, ada hal-hal yang tidak mengenakkan. Tapi yakinlah bahwa semua yang kita hadirkan ini dalam rangka tulus untuk kita bersama-sama bersinergi membuat saudara-saudara sebagai mahasiswa bisa memperoleh yang terbaik,” pungkasnya.
Red/Ed: Nabila
Penulis: Dewi Tiara