
Semarang, Justisia.com – Aliansi mahasiswa UIN Walisongo dan Universitas Negeri Semarang menggelar aksi solidaritas di depan Kampus 3 UIN Walisongo, dengan mengundang pejabat Pemerintah Kota Semarang untuk turut hadir dalam aksi tersebut. Selasa, (14/04).
Aksi ini sebagai bentuk respon mahasiswa dan masyarakat ngaliyan terhadap kegagalan pemerintah kota semarang dalam menangani tragedi kecelakaan tahunan yang terjadi di Ngaliyan. Namun, tidak satu pun pejabat pemerintah yang hadir dalam aksi ini.
Pejabat pemerintah yang seharusnya turut hadir dalam aksi tersebut untuk memberikan klarifikasi dan melangsungkan audiensi bersama masyarakat seolah menutup mata terhadap surat undangan yang sudah diberikan.
“Undangan sudah kita layangkan kepada jajaran yang terlibat, tetapi mereka tidak hadir menepati undangan kami,” ucap Yusrul selaku Koordinasi Lapangan (Korlap).
As ‘ad selaku ketua DEMA UIN Walisongo juga menyampaikan tidak ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak pemerintahan yang diundang sampai aksi tersebut digelar.
“Beberapa ada konfirmasi disposisi, akan tetapi tidak ada konfirmasi lebih lanjut,” ujar As’ad.
Ia menambahkan pejabat pemerintah yang diundang dalam aksi tersebut antara lain, Walikota Semarang, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas), Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) dan Polrestabes.
“Walikota, Kasatlantas, Kadishub sama Polrestabes,” tambah As’ ad.
Aksi tersebut diakhiri dengan kekecewaan mahasiswa dan masyarakat akibat ketidakhadiran pejabat pemerintah.
Red/Ed: Editor
Penulis: Hadziq