
Semarang, Justisia.com – Aliansi mahasiswa UIN Walisongo dan PGSD Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan aksi solidaritas, mimbar bebas, dan konsolidasi terbuka yang bertempat di depan kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Selasa, (14/04).
Dalam aksi ini, penyelenggara turut mengundang Walikota Semarang, Ketua DPRD Semarang, Kapolresta Semarang, Kadishub Kota Semarang guna untuk hadir memberikan solusi konkrit terkait beberapa rentetan kejadian kecelakaan yang sering terjadi di jalan Prof. Hamka terutama di area tanjakan silayur.
As’ad, selaku ketua DEMA UIN Walisongo Semarang menuturkan bahwa tujuan diselenggarakannya aksi ini karena para mahasiswa dan juga masyarakat di kecamatan Ngaliyan merasa resah imbas dari kejadian truk terguling yang terjadi beberapa hari yang lalu. Akibat dari kejadian ini banyak respon dari masyarakat yang mengeluhkan bahwasannya jalan di Ngaliyan ini perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Semarang.
“Untuk aksi kali ini berangkat dari keresahan temen-temen mahasiswa ngaliyan raya yang tergabung dari uin walisongo dan PGSD dan juga masyarakat Ngaliyan karena pasca kejadian silayur terakhir per tanggal 10 kemarin itu banyak respon dari masyarakat yang berkeluh kesah bahwasannya jalan ini perlu di notice oleh pemerintah kota semarang,” ujarnya.
Yusrul, selaku Ketua PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang sekaligus koordinator lapangan dalam aksiini mengungkapkan bahwasannya para mahasiswa dan juga masyarakat dalam aksi ini menuntut pemerintah kota semarang untuk dapat hadir secara langsung untuk memberikan solusi yang konkret seperti pemasangan portal sesuai waktu yang telah disepakati, adanya jalur penyelamat untuk meminimalisir kecelakaan, lalu selanjutnya adalah membuat jalur peralihan dari area BSB sampai ke jalur pantura mangkang atau ke daerah industri.
“Untuk tuntutan yang kami layangkan satunya pemerintah kota semarang bisa hadir secara langsung memberikan solusi yang konkret yang dirasa mungkin saja satu pemasangan portal yang disesuaikan dengan jam yang sudah disepakati sesuai dengan Perda, kemudian selanjutnya jalur penyelamat untuk meminimalisir kecelakaan, kemudian jalur peralihan industri dari BSB ke arah daerah Mangkang, KIK, KIC, KIW dan sekitarnya,” ungkapnya.
Elgin, salah satu peserta aksi dari Fakultas Ilmu Sosiologi dan Ilmu Politik UIN Walisongo berharap dengan diadakannya aksi ini pemerintah bisa hadir dalam aksi ini guna untuk mendengarkan audiensi dan sidang rakyat yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan masyarakat di daerah Ngaliyan.
“Kita memiliki keinginan supaya pemerintah itu bisa mengiyakan undangan dari mahasiswa untuk melakukan audiensi dan sidang rakyat,” ujarnya
Kami berharap pemerintah Kota Semarang dapat mendengarkan dan menanggapi tuntutan yang kami layangkan terkait solus iuntuk meminimasilir terjadinya kecelakaan.
Red?Ed: Editor
Penulis : Najmi Syauqi