Di Tengah Tekanan KKN dan Skripsi, Ketekunan Dony Menjadikan Wisudawan Terbaik

redaksi
By redaksi
3 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Justisia.com – Di tengah kesibukannya menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus menjadi koordinator desa (kordes), Dony Eko Prasetyo berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dalam Wisuda UIN Walisongo yang digelar pada Sabtu (23/05).

Predikat itu tidak datang dengan mudah. Di balik toga dan piala yang diraih, ada bulan-bulan penuh tekanan di mana Dony harus membagi kepala antara pengabdian masyarakat dan mengejar revisi skripsi.

Menurut Dony, tantangan terberat muncul ketika dirinya harus menyelesaikan skripsi bersamaan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada saat itu, ia juga dipercaya menjadi koordinator desa (kordes), sehingga dituntut mampu membagi waktu antara tanggung jawab organisasi dan penyusunan skripsi.

“Pada saat skripsi saya sedikit struggle karena waktu itu sedang KKN dan juga menjadi kordes, jadi saya harus bisa membagi waktu,” ujarnya saat diwawancarai dalam liputan wisuda.

Dony mengaku sempat memiliki target untuk menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun. Namun, padatnya aktivitas selama KKN membuat target tersebut belum dapat tercapai. Ia harus rela mundur beberapa bulan dari rencana awalnya. Tapi itu bukan akhir segalanya. Dony tetap bersyukur karena berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 9 bulan 8 hari dengan hasil yang memuaskan.

Ia sadar, dirinya bukan siapa-siapa tanpa doa dan dukungan di belakang. Selain kerja keras pribadi, Dony menyebut dukungan orang tua menjadi motivasi terbesar dalam perjuangannya selama kuliah. Ia juga menilai relasi yang baik dengan dosen dan teman-teman HES turut memberikan semangat hingga mampu mencapai titik tersebut.

“Karena jerih payah orang tua jadi saya bisa mencapai titik ini. Selain itu hasil kerja keras saya sendiri, dan juga menjaga hubungan baik dengan dosen maupun teman-teman HES sehingga saya tetap semangat belajar,” katanya.

Di akhir perbincangan, Dony meninggalkan pesan yang lugas namun dalam untuk mahasiswa lain yang masih bergulat dengan skripsi dan organisasi. Dalam kesempatan itu, Dony juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar mampu mengatur waktu dan menyusun perencanaan selama kuliah. Menurutnya, manajemen waktu menjadi kunci agar akademik, organisasi, dan skripsi dapat berjalan maksimal.

“Kalau ingin menjadi mahasiswa terbaik, lebih baik membagi waktu dan membuat planning dalam keseharian ketika kuliah, sehingga tantangan dalam skripsi dan organisasi bisa berjalan dengan maksimal,” ungkapnya.

Penulis: Hana Shinta
Red/Ed: Editor

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *