Gelar Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual Menjadi Sorotan Rektor dalam Wisuda UIN Walisongo

redaksi
By redaksi
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Gelar akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada level simbol atau sebatas kebanggaan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata.

Semarang, Justisia.com – Gelar akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada level simbol atau sebatas kebanggaan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata. Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. , dalam sambutan acara Wisuda Doktor Ke-44, Magister (S2) Ke-69, Sarjana (S1) Ke-102, yang bertempat di Gedung Auditorium II Prof. Tgk. Ismail Yaqub pada Sabtu, (7/11).

Dalam keterangannya, Prof. Musahadi memberikan sejumlah arahan strategis bagi para wisudawan yang akan terjun langsung ke tengah masyarakat. Ia secara khusus menghimbau para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Walaupun terpaksa tidak bisa lanjut (studi formal), maka jangan pernah berhenti belajar,” tegasnya.
Menurutnya, semangat belajar adalah fondasi utama yang tidak boleh luntur meski telah lulus dari bangku perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Rektor berpesan agar para alumni senantiasa hadir sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan. Di mana pun mereka memijakkan kaki dan berkiprah, keberadaan lulusan UIN Walisongo diimbau agar selalu menjadi sumber kemaslahatan dan kemanfaatan bagi lingkungan sekitarnya.

Menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis dan tak menentu, Prof. Musahadi juga menyoroti pentingnya kesiapan dan strategi ke depan. Ia meminta para lulusan untuk memperbanyak skenario dalam merancang masa depan agar tidak mudah menyerah saat rencana awal tidak berjalan lancar. Selain itu, kemampuan beradaptasi secara cepat, khususnya di era digital saat ini, dinilai sebagai kunci utama untuk bisa bertahan dan berkembang.

Sebagai penutup, Prof. Musahadi menitipkan satu pesan penting yang menjadi pengikat solidaritas dan pembuka jalan kesuksesan. Ia mengingatkan para wisudawan agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama. “Jangan lupa menjaga silaturrahim,” pungkasnya.

Ed/Red: Redaksi
Penulis : Ghoffar

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *