Menakar Produktivitas Akademik di Balik Predikat Wisudawan Terbaik HES

redaksi
By redaksi
3 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang kembali melahirkan lulusan berprestasi.

Semarang, Justisia.com – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang kembali melahirkan lulusan berprestasi. Arianti Wulan Safitri, mahasiswi asal Jepara angkatan 2023, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 1 bulan dan meraih predikat wisudawan terbaik. Sabtu, (7/11).

Perjalanan akademik Arianti dimulai dengan membagi fokus antara perkuliahan dan kegiatan organisasi. Pada semester satu hingga tiga, ia aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Memasuki semester dua hingga lima, ia memanfaatkan waktu libur perkuliahan dengan mengikuti kegiatan magang mandiri di berbagai instansi, mulai dari kantor pemerintahan Kota Semarang, instansi Kementerian Hukum yang berkaitan dengan bidang fidusia, hingga kantor hukum profesional guna mengembangkan keterampilan praktis.

Kegiatan tersebut berlanjut pada penyelesaian tugas akhir. Setelah melakukan konsultasi dengan Ketua Program Studi HES, Arianti memilih jalur publikasi artikel ilmiah terakreditasi Sinta 3 sebagai pengganti skripsi konvensional. Draf artikel tersebut diselesaikan dalam waktu dua hari pada awal semester enam dan berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA) sebelum resmi dipublikasikan pada 30 Juli 2026.

Meski meraih predikat wisudawan terbaik, Arianti mengaku tidak secara khusus mengejar pencapaian tersebut. Ia menyebut rasa ingin tahu terhadap materi perkuliahan serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunah, seperti tahajud dan duha, sebagai bagian dari proses yang dijalaninya.

Dalam kegiatan perkuliahan, Arianti mengaku terbiasa menjawab pertanyaan maupun mengajukan pertanyaan kepada dosen. Menurutnya, keaktifan tersebut didorong oleh keinginan untuk memahami materi perkuliahan, bukan untuk mencari perhatian atau menunjukkan kemampuan diri. Di sisi lain, ia juga berupaya mempertahankan capaian akademiknya.

“Kalau ada apa pun di perkuliahan itu, aku pasti jawab atau enggak aku tanya sama dosen. Dan itu murni bukan karena aku pick me atau pengin menunjukkan diri, tapi aku ya pengin tanya gitu. Tapi di sisi lain, aku juga ingin mempertahankan nilai,” ungkap Arianti.

Selain itu, ia juga aktif terlibat dalam kegiatan penelitian kampus sebagai asisten peneliti di LP2M, tim pengembang Program Studi HES, serta berpartisipasi dalam proses akreditasi internasional. Dalam menjalani berbagai aktivitas tersebut, Arianti mengaku tetap berupaya mengimbangi usaha dengan sikap berserah diri kepada Allah SWT.

“Apa yang tidak kamu ambisikan, itu bisa jadi menjadi rezeki tanpa kamu sadari. Allah itu menyuruh kita untuk berusaha, bukan untuk menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Arianti berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan agar tidak ragu untuk aktif berdiskusi dan membangun komunikasi dengan dosen. Menurutnya, keaktifan dalam perkuliahan merupakan salah satu upaya untuk memperluas pemahaman dan memperdalam pengetahuan.

Ed/Red: Redaksi
Penulis: Nur Rahmawati

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *