Menelisik Fondasi Akademik di Balik Predikat Wisudawan Terbaik Ilmu Falak

redaksi
By redaksi
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
UIN Walisongo kembali menggelar acara Wisuda Sarjana (S1) Ke-102 yang bertempat di Gedung Auditorium II Kampus III.

Semarang, Justisia.com – UIN Walisongo kembali menggelar acara Wisuda Sarjana (S1) Ke-102 yang bertempat di Gedung Auditorium II Kampus III. Kabar membanggakan datang dari salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Falak, Khasanah Yuli Yanti asal Tegal, yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik. Sabtu, (7/11).

Sebelumnya, Khasanah tidak menyangka dirinya bisa sampai di posisi ini. Ia mengaku bahwa bisa lulus tepat waktu saja sudah menjadi hal yang patut disyukuri. Namun, rezeki memang tidak pernah tertukar. Ia mengakhiri masa belajarnya dengan meraih predikat wisudawan terbaik Ilmu Falak.

Dalam proses menempuh pendidikan, Khasanah mengungkapkan bahwa konsistensi belajar dan ketekunan menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Ia menilai, berbagai tantangan selama perkuliahan, termasuk kejenuhan dan ketertinggalan materi, harus dihadapi dengan kesadaran terhadap tujuan awal menempuh pendidikan.

“Yang pasti harus banyak membaca, jangan malas, kalau merasa tertinggal jangan nyerah, harus bisa mengejar, selama kuliah pasti ada rasa jenuh nya tapi harus tetap ingat tujuan awal di semarang untuk belajar,” ungkap Khasanah.

Di samping ketekunan akademik, pencapaian yang ia peroleh bukan semata-mata atas kerja kerasnya sendiri, melainkan juga berkat didikan nilai-nilai agama dari orang tua sejak kecil.

“Dari kecil saya di didik nilai nilai agama oleh orang tua, tujuannya agar saya bisa selalu berada dalam batasan, agar tidak mudah menyerah. Sehingga mungkin dari itu semua yang membuat saya yang sekarang selalu ingin berusaha,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khasanah mengungkapkan bahwa terdapat pesan kedua orang tuanya yang terus menjadi pegangan selama menjalani pendidikan. Pesan tersebut menempatkan pendidikan sebagai warisan berharga yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya, sekalipun dalam keterbatasan materi

“Bapak dan Ibu tidak punya harta untuk diwariskan kepada anak-anak kami, tapi Bapak dan Ibu akan selalu berusaha untuk bisa mewariskan pendidikan terbaik untuk kalian,” tutur Khasanah, mengutip pesan kedua orang tuanya.

Sebagai penutup, Khasanah berpesan pada mahasiswa UIN Walisongo yang sedang menempuh masa kuliah, menurutnya berpikiran positif merupakan sugesti bagi diri sendiri untuk mengarahkan tubuh pada hal-hal positif.

Ed/Red: Redaksi
Penulis: Hadziq

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *