
Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) kembali disuarakan melalui Pawai Damai yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang pada Minggu, (8/12).
Kegiatan ini bertujuan membuka ruang publik yang lebih luas agar masyarakat memahami urgensi isu kekerasan berbasis gender serta hak-hak perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Arvika selaku ketua koordinator Bara Puan menyampaikan bahwa pemilihan ruang publik seperti CFD dilakukan untuk memancing rasa ingin tahu masyarakat, sehingga dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif.
“Forum-forum seperti ini dapat memacu pertanyaan dari masyarakat. Dari rasa ingin tahu itulah pengetahuan tentang urgensi 16 HAKTP mulai terbentuk,” ujarnya.
Dalam pawai tersebut, peserta membawa sejumlah tuntutan yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Tuntutan itu mencakup penguatan implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), penyediaan ruang aman dan inklusif bagi perempuan, serta pelibatan perempuan secara bermakna dalam proses perencanaan dan pembangunan.
Mereka juga mendorong aparat penegak hukum agar memiliki perspektif yang lebih sensitif gender dalam menangani kasus kekerasan seksual. Selain itu, peserta menyoroti kebutuhan perlindungan khusus bagi kelompok perempuan dengan kerentanan berlapis, seperti pekerja seks, penyandang disabilitas, dan mereka dengan keberagaman identitas gender.
Tuntutan lain yang disampaikan ialah perlindungan terhadap perempuan yang tinggal dan bekerja di kawasan lingkungan serta pesisir, yang kini semakin rentan akibat konflik sumber daya alam dan dampak perubahan iklim.
Selama aksi berlangsung, koordinator lapangan mengingatkan peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing provokasi. Arvika menyampaikan bahwa fokus utama adalah menyuarakan hak-hak perempuan dan memastikan pesan aksi tidak bergeser karena konflik yang tidak perlu.
“Yang terpenting adalah kita tetap fokus pada agenda aksi. Jika ada gesekan, jangan membalas dengan kekerasan. Ingatkan dan kuatkan satu sama lain agar tujuan kita tetap jelas,” ujarnya.
Pawai Damai 16 HAKTP ini menjadi bagian dari rangkaian kampanye tahunan yang diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan memperkuat gerakan perlindungan korban di berbagai wilayah.
Penulis : Arinal
Red/Ed : Redaksi