Yos Johan Utama: Integritas Kunci Penegakan Hukum di Indonesia

0
73

Semarang, justisia.com – Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama mengatakan betapa pentingnya seseorang memiliki integritas. Hal tersebut disampaikan dalam rangka Studium General di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo, Kamis (30/8)

Saat ditemui report justisia.com usai acara, Rektor Universitas Diponegoro tersebut memberi keterangan soal kondisi hukum di Indonesia saat ini. Menurutnya, tidak ada masalah tentang hukum karena ia sudah baik dan teratur. Tetapi yang bermasalah adalah para penegaknya tidak memiliki integritas.

“Integritas itu sangat menentukan keputusan baik yang akan diambil oleh eksekutif maupun legislatif. Integritas adalah niat,” ujar pakar Hukum Acara Tata Usaha Negara tersebut.

Yos juga mengatakan bahwa akademisi sudah mengembangkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum. Tetapi dalam kasus korupsi contohnya, tidak semua lulusan perguruan tinggi bersih.

“Sulit untuk menjawab itu. Salah satu yang lancar adalah UU Perkawinan,” ucapnya saat ditanyai soal berapa persen Undang-Undang di Indonesia yang berjalan dengan baik.

Pria yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UNDIP tersebut juga memberikan perbandingan penegakan hukum di Indonesia dengan negara lain.

Ia mengibaratkan, hukum di Inggris berjalan dengan pola rule the wave. Yaitu hukum yang mengatur ombak. Sedangkan kondisi di Indonesia ibaratnya waving the rule atau dengan kata lain mengombang-ambingkan hukum.

Sementara mengenai Peradilan Administrasi di Perancis dipatuhi, dan Indonesia pada awalnya tidak dipatuhi. “Berarti kan yang bermasalah orang-orangnya,” bebernya.

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat juga penting untuk membangun diri sesuai dengan apa yang dikehendaki masyarakat.

Menurut pria kelahiran Semarang, setiap mahasiswa harus memiliki nilai keunggulan dan keterampilan di bidangnya. Instansi juga harus mendorong mahasiswanya untuk mampu membangun diri mereka.

“Yang terpenting, fighting ’till you die,” pungkasnya. (Vivi/Wahib)