Wakil Dekan II FSH Kecewa Atas Kinerja Petugas Kebersihan

0
60
Kru Justisia saat wawancara dengan Wakil Dekan II FSH, Agus Nurhadi di halaman Kantor Fakultas, Kamis (11/10)

Justisia.com– Wakil Dekan II FSH, Agus Nurhadi menjelaskan para petugas kebersihan dalam kinerjanya. Ia sangat kecewa dengan kinerja mereka yang kurang ideal dalam mewujudkan fakultas yang bersih, sehat, dan nyaman.

Harapanya dengan peraturan baru yang akan disinyalir dari pihak universitas dapat meningkatkan kinerja petugas kebersihan dalam menjalankan pekerjaannya.

“Tukang kebun yang berada di FSH berjumlah tiga orang. Mereka dibagi berdasarkan bidangnya masing-masing. Ada yang membersihkan di Gedung M dan lingkungan sekitarnya. Ada yang di bagiang Gedung G dan lingkungan sekitarnya, serta ada yang berada dalam kantor fakultas,” tutur Wakil Dekan II, Agus Nurhadi saat ditemui reporter justisia.com di depan Kantor Fakultas Syariah dan Hukum, Kamis (11/10) pagi.

Pria asal Boyolali itu menyampaikan bahwa manajemen sumber daya manusia masih sangat sulit. Hal tersebut terbukti pada kinerja para petugas kebersihan fakultas yang kurang maksimal.

“Kalau sudah jam 10, liat tuh, mana? Udah pada pulang to?. Sudah kami beritahu berkali-kali, pulangnya nanti sore. Saya tidak punya kekuatan untuk terus menasihati, karena saya bukan yang menggaji. Yang membayari itu ya dari pihak universitas,” imbuhnya.

Menurutnya, walaupun petugas kebersihan hanya berjumlah tiga orang, tidak menutup kemungkinan kebersihan di fakultas tidak dapat diatasi. Tergantung kedisiplinan kinerja mereka. Dari pusat akan memberlakukan sistem outsourcing atau kerja kontrak, karena sistem petugas kebersihan di kampus masih bersifat pihak ketiga atau masih dari pihak kampus dan belum bekerja sama dengan penyewaan jasa kebersihan.

“Tidak perlu banyak petugas jika kedisiplinan belum bisa terwujudkan,” bebernya.

Hal tersebut menjadikan lingkungan di seluruh fakultas tidak lagi bersih dan nyaman, melainkan sampah masih saja berserakan. Dedaunan yang sudah dikumpulkan oleh petugas kebersihan tidak langsung dibuang, akan tetapi dibiarkan menetap sehingga angin menyapu kembali sampah tersebut dan sampah pun berserakan kembali.

“Kalau kurang atau tidaknya kinerja petugas saya kurang tahu. Karena ini kan jam 10 ya, jam perkuliahan saja belum selesai. Sedangkan sampah dan dedauanan itu masih berserakan. Seharusnya kerja itu jam 6 pagi sebelum perkuliahan harus sudah bersih sampai perkuliahan selesai,” tutur mahasiswa jurusan Hukum Pidana Islam, Sukartono.

Sampai berita ini diunggah di justisia.com reporter belum menjumpai salah satu petugas kebersihan..