UIN Walisongo Pecahkan Rekor MURI atas Konfigurasi MOP dengan Tampilan Kreasi Terbanyak

0
226
Wakil Rektor III saat menerima piagam MURI dari eksekutif manager MURI, Sri Widyawati pada upacara pembukaan PBAK 2017 di Lapangan Kampus III UIN Walisongo Semarang, (21/8/17) (Doc. Ruri)

Justisia.com – UIN Walisongo mencetak rekor MURI atas konfigurasi MOP dengan tampilan kreasi terbanyak, yaitu 13 bentukkreasi, pada Upacara Pembukaan Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2017 dilapangan Kampus III UIN Walisongo Semarang, (21/08).

Pencapaian tersebut menumbangkan rekor yang sebelumnya diraih oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

“Kegiatan ini resmi tercatat di MURI sebagai rekor yang ke 8055 dan kami sampaikan bahwa kegiatan ini berhasil menumbangkan kreatifitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNS yang dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 2017 kemarin, dengan 11 kreasi dari konfigurasi mop,” tutur Sri Widayati, eksekutif manager MURI.

Upacara dengan 3844 Mahasiswa Baru tersebut tidak dihadiri oleh Muhibbin, Rektor UIN Walisongo Semarang. Sehingga tugas Inspektur upacara diwakili oleh Suparman, Wakil Rektor 3.

“Pak Muhibbin tidak bisa hadir karena sedang bertugas memimpin para Rektor se-Indonesia di Merauke, sehingga tidak mungkin ditinggalkan. Acara pusat kan tidak melihat acara di bawah, yang penting perintah begitu saja, maka saya dengan terhormat mewakili pak Rektor untuk menjadi Inspektur upacara,” ujar Suparman.

Menurutnya, pembuatan MOP tersebut tidak sekedar hanya untuk memecahkan rekor saja, akan tetapi sebagai media dakwah dan mengenalkan UIN Walisongo keseluruh dunia.

“UIN Walisongo Semarang adalah insan-insan yang berusaha menuju kepada hal yang lebih baik, juga untuk bisa memberi contoh umat Islam di berbagai belahan dunia, bahwa kita penuh toleransi dan mempunyai integritas yang tinggi, kita menerima kebinekaan, menjaga NKRI. Tentu itu akan dibaca dunia, dan ini melalui rekor MURI yang kita tampilkan hari ini,” tandas pria asal Kebumen tersebut. (Ruri/j)