TOEFL dan IMKA menjadi Problem Mahasiswa

0
484
dokumen pribadi

TOEFL dan IMKA merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa di UIN Walisongo dimulai pada tahun 2012 sesuai dengan SK Rektor No. 17 tahun 2012. Namun tidak sedikit mahasiswa yang mengatakan TOEFL dan IMKA menjadi penghalang.

Muhammad Saifullah menuturkan, mahasiswa yang mau mendaftar tes TOEFL dan IMKA tidak perlu ke bank itu khusus mahasiswa UKT, namun jika mahasiswa non-UKT harus ke bank untuk mendaftar.

“Sertifikat TOEFL dan IMKA di UIN Walisongo harus dari Pusat Pengembangan Bahasa (PBB), boleh di luar untuk TOEFL yang basis Internet Based Test (IBT),” kata Kepala PBB, Muhammad Saifullah saat diwawancarai reporter justisia.com di tempat kerjanya, Jumat (1703).

Antusiasme mengikuti Tes

“Tahun ini antusiasme mahasiswa yang mengikuti tes baik TOEFL dan IMKA sungguh luar biasa, bayangkan dalam lima hari kita melakukan ujian terus dan satu hari ada dua kali ujian,” papar Saifullah sapaan akrabnya.

Lanjutnya, sekarang yang daftar didominasi angkatan 2013, jika daftar sekarang pelaksanaan ujiannya masih lama, kira-kira menunggu 2 bulan, karena antusiasme yang begitu luar biasa. Itu akan menjadi problem mahasiswa, karena harus menunggu lama hanya untuk mengikuti 1x tes.

Saifullah menghimbau kepada seluruh mahasiswa di UIN Walisongo, sebaiknya mengikuti tes TOEFL dan IMKA jangan nunggu semester 6, alangkah baiknya semester 4, karena jika mendaftar pas semester 6 akan menunggu lama.

Tes TOEFL dan IMKA disisipi Praktek Joki

Mahasiswa yang mengikuti tes TOEFL dan IMKA tidak selamnya jujur adakalanya yang tidak jujur dengan menggunakan joki atau minta mengerjakan tes.

“Jika ada yang melakukan praktek joki, kita (PBB) mengambil sikap tegas dengan digagalkan, baik yang meminta maupun yang diminta, meski salah satu udah lulus tetap kami skors dan membuat surat pernyataan,” papar pria kelahiran Pati.

Melanjutkan yang tadi, untuk sampai saat ini yang ketahuan melakukan praktek perjokian baru satu orang, yaitu ketika melakukan tes IMKA kalau TOEFL alhamdulillah belum.

“Mereka yang menganggap susah ya tidak usah masuk UIN Walisongo, masuk UIN Walisongo sangat mudah yang sulit keluarnya, salah satu dengan TOEFL dan IMKA,” tutup dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. (Sfr)