Test TOEFL dan IMKA Sekali dalam Sebulan, Masih Kurang Optimal

0
72
foto: ideapers.com

Justisia.com – Pelaksanaan single test TOEFL dan IMKA per bulan oleh Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) membuat mahasiwa semester tua kurang nyaman. Sistem test sekali dalam sebulan dirasa kurang optimal, karena kursi untuk mengikuti test terbatas, tidak sebanding dengan jumlah pendaftar yang membludak.

“Saya sudah test IMKA ke dua, ini saya mau daftar IMKA lagi tapi gak dapat kursi, susah dapat kursi gara-gara anak semester satu udah boleh daftar TOEFL dan IMKA. Sampai sekarang masih belum dapat kursi saya mbak ditambah lagi kuotanya dibatasi, kalo bisa sistemnya di rubah dari pihak PPB sendiri,” terang Alifah mahasiswi semester 7, jurusan Ekonomi Syariah saat ditemui justisia.com di depan PPB, Kamis (11/10).

Hal senada juga diungkapkan Mufti, mahasiswa Muamalah semester 9 “Kebijakan mahasiswa baru boleh mengikuti tes TOEFL dan IMKA dirasa sangat merugikan mahasiwa semester tua. Karena banyak dari mereka yang seharusnya mengikuti test tapi tidak bias mendaftar, karena kursi penuh,”

Setelah dilakukan klarifikasi pihak PPB mengatakan bahwa, penutupan pendaftaran test TOEFL dan IMKA saat pendaftaran sudah penuh.

“Pembukaan pedaftaran tes TOEFL dilakukan setiap tanggal 26. (mahasiswa semester tua) ini tidak memiliki kendala yang berarti, pasalnya ini dinilai bukan kesalahan dari pi hak PPB, tidak ada pembatasan kursi untuk peserta TOEFL dan IMKA. Seringkali peserta ujian yang sudah terdaftar tidak hadir saat pelaksaan ujian,” kata Ketua PPB, Syaifullah saat diwawancarai justisia.com di kantornya, Kamis (11/10) siang.

Syaifullah juga menyayangkan mahasiswa yang tidak mengikuti test pada hari pelaksanaan. Karena itu sudah menyianyiakan kesempatan yang diberikan.

“Untuk masalah meninggalkan kursi ini pak wakil rektor meminta untuk diberikan sanksi kepada para peserta yang meninggalkan kursi atau tidak hadir saat ujian, tapi ini belum kami terapkan. Hal ini agar mahasiswa tertip saja,” imbuhnya.

Syaifulloh juga menjelaskan kenapa mahasiswa baru boleh mengikuti tes TOEFL dan IMKA karena pihak PPB tidak ada pembatasan antara peserta mahasiswa semester muda dan mahasiswa semester tua untuk mengikuti tes. Itu semua diukur dari kesiapan masing-masing mahasiswa. “Tidak ada yang bisa menjamin kalo mahasiswa semester tua akan lulus TOEFL dan IMKA dalam sekali tes,” imbuh dosen FEBI tersebut.

“Dari pihak PPB tidak akan memberi keringanan untuk mahasiswa semester tua yg belum lulus TOEFL dan IMKA, itu termasung urusan dan kepentingan masing-masing mahasiswa. Seperti dijelaskan bahwa peresentase kelulusan untuk tes TOEFL dan IMKA hanya 30 persen disetiap sekali tes, ini menggambarkan bahwa mahasiswa kurang persiapan untuk tes,” pungkasnya. (rep:Faiz/Anisa)