Sumbangan Dari Hazara Untuk Dunia

0
160
ilustrasi : islamindonesia.com
ilustrasi : islamindonesia.com

 

oleh : FAUZIA ROHMAH

Rahman lahir di tengah perdebatan publik diantara orang muslim yang mana terbagi menjadi tiga kubu. Yaitu kaum modernis, kaum tradisionalis, dan kaum fundamentalis. Kaum modernis merumuskan konsep Negara Islam, kaum tradisionalis memberikan pendapat Negara Islam Tradisional sedangkan kaum fundamentalis mengusulkan ide Kerajaan Tuhan.

Fazlur Rahman lahir pada tahun 1919 di Hazara, sebuah daerah yang kini bagian dari negara Pakistan. Ayahnya seorang kiai, dimana sejak kecil Rahman mendapat pendidikan keagamaan dari ayahnya itu.

Selama kuliah di Oxford University dengan mengambil Jurusan Filsafat. Rahman bukan hanya menguasai filsafat, Rahman juga menguasai bahasa-bahasa Eropa. Kurang lebih ada 9 bahasa yang Rahman kuasai.

Melalui Filsafat ini, Rahman banyak mengkaji pemikiran-pemikiran keislaman. Rahman dikenal sebagai utama tokoh Neomodernisme. Pemikiran ini yang menimbulkan sekularisme dan liberalisme dalam islam.

Rahman pernah menulis di buku Islam, yang menuai beberapa kritikan dari masyarakat. Masalah sentralnya yaitu persoalan hakikat wahyu. Menurut Rahman, Jibril merupakan sistem yang ditempel pada otak nabi.

Menolak pandangan ortodoks yang berfikir bahwa Jibril membawa Risalah Tuhan kemudian disampaikan kepada Nabi. Seakan-akan Jibril seperti tukang pos yang menyerahkan surat-surat. Jibril bukan tokoh semacam tukang pos yang menyampaikan wahyu secara mekanis diluar diri nabi sendiri.

Rahman juga mengatakan bahwa Alquran adalah respon ilahi, yang diturunkan melalui ingatan dan pikiran Nabi, kepada situasi sosio-moral Arab pada masa Nabi. Al-Quran secara keseluruhan merupakan kalam Allah tetapi dalam artian biasa al-Quran keluar dari mulut Nabi, tetapi Nabi tidak bisa mengubah al-Quran. karena kitab tersebut berasal dari Tuhan.

Rahman menjelaskan bahwa Jibril sebagai penyampai wahyu yang merupakan sebuah ruh. Hal ini didasarkan pada QS. An Nahl ayat 102 yang artinya : Katakanlah, Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan benar untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

Pendekatan penafsiran terhadap ayat-ayat al-Quran dengan metodologi tafsir baru juga ditekuni oleh Rahman. Rahman mengingikan pembaharuan di bidang intelektual, inilah yang disebut Neomodernisme.

Ternyata, hampir seluruh pandangannya itu mendapat penolakan keras dari ulama tradisional dan kalangan fundamentalis terutama terhadap posisi Rahman yang cukup strategis dalam pemerintahan, jabatannya sebagai anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam Pemerintah Pakistan. Rahman pernah terusir dari Pakistan dan menjadi guru besar pemikiran USA (FAI/FA)