Sulitnya Menyempurnakan Masyarakat Madani Seperti Era Rasul

0
315
(sumber: Artikelsiana.com)
(sumber: Artikelsiana.com)

Istilah masyarakat madani merupakan terjemahan dari civil atau civilized society adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang taat dan sadar terhadap hukum, yang memiliki keteraturan hidup, yang berkeadilan sosial dan sejahtera, demokratis, dan kritis serta cerdas.

Perwujudan masyarakat madani telah terealisasikan oleh Rasulullah yang mana diawali ketika Rasul berhijrah dari Mekah menuju Madinah sampai terbentuknya negara Madinah yang berdaulat diatas pemerintahannya. Sejatinya, Islam bukanlah satu-satunya agama yang ada di Madinah tetapi Rasul mampu mengatur dan menghubungkan agama-agama dan kabilah-kabilah yang mulanya terjadi ketegangan diantara mereka.

Melihat kemajemukan yang semrawut tersebut, dengan berbagai pertimbangan dan diskusi bersama pengikutnya, akhirnya Rasul mempermaklumatkan sebuah perjanjian yang mengatur kehidupan dan hubungan antar komunitas masyarakat yang sering kita kenal dengan istilah Piagam Madinah.

M. Abdul Karim dalam bukunya Sejarah Pemikiran dan Perdaban Islam menambahkan bahwa beberapa hal yang prinsipel dan pokok sebuah pemerintahan yang dibentuk Rasul termuat dalam Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal.

Gagasan yang cemerlang tersebut berisi kesepakatan yang memuat unsur-unsur yaitu adanya rasa untuk saling tolong menolong, gotong royong untuk kemaslahatan bersama, toleransi antar agama untuk menjalankan ibadahnya masing-masing, menciptakan kedamaian dan kehidupan sosial, menjadikan al-Quran sebagai konstitusi, dan menjadikan Rasul sebagai pemimpin. Unsur demi unsur tersebut membuat setiap orang merasakan aman dan nyaman karena penuh keadilan untuk setiap masyarakat.

Orang jahat seperti preman pun berubah menjadi agamis. Mereka datang ke Rasul untuk menjadi pengikut setia. Rasul tidak pernah membalas perlakuan orang-orang tersebut ketika menjadi preman tetapi memberikan tauladan dan ajaran-ajaran yang baik untuk mereka. Masyarkat-masyarakat yang beringas pun berubah menjadi teratur. Implementasi hukum-hukum Islam terealisasikan dengan baik.

Masyarakat Madinah sadar akan menaati hukum itu penting dalam bernegara untuk keadilan dan ketertiban. Dari sinilah masyarakat Madinah disebut sebagai cerminan dari masyarakat madani yang. Masyarakat Madinah mampu memenuhi aspek-aspek terciptanya masyarakat madani di dalam tatanan pemerintahan yang ada.

Masyarakat Madani di Indonesia

Indonesia dilihat dari kemajemukannya bisa menjadi masyarakat madani jika seluruh masyarakatnya sadar hukum begitu pula pemimpin-pemimpin yang duduk dalam tiga kekuasaan meliputi eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Rendahnya kesadaran hukum dan toleransi masyakarat Indonesia menyulitkan terciptanya masyarakat madani seperti era Rasulullah.

Walaupun segala teori dijelaskan demi terealisasikannya masyarakat madani di Indonesia tetapi masih terlihat kerawutan di dalam masyakarat Indonesia sendiri. Hanya sediki sekali poin terbentuknya masyarakat madani di Indonesia. Alhasil dalam realitasnya masyarakat madani di Indonesia bukannya menimbulkan kedamaian, keserasian, keharmonisan, keteraturan tetapi riuh semprawut dimana-mana.

Undang-undang dasar negara Indonesia dan pancasila adalah cerminan dari Piagam Madinah yang digagas rasulullah untuk menciptakan masyarakat madani. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Madinah lebih menghayati butir perbutir dari Piagam Madinah daripada masyarakat Indonesia dalam menghayati pasal perpasal Undang-undang dasar dan butir pancasila.

Melihat pasal pertama dalam Piagam Madinah dalam sejarah peradaban Islam di Madinah sangat terlihat penerapannya oleh masyarakat Madinah. Bukan hanya umat Islam yang terihat harmonis dan rapi tetapi juga antar umat beragama dan antar komunitas masyarakat yang ada. Berbeda dengan Indonesia. Pada sila ke tiga dalam pancasila, sebagian warga negara Indonesia kurang menghayati terhadap sila tersebut.

Di dalam umat islam sendiri belum ada persatuan yang menyatukan keharmonisan antar individu. Perbedaan pendapat yang terjadi di dalam umat islam sendiri memperkeruh persatuan terhadap agama yang mendominasi dalam negara ini. Ini hanya dari satu komunitas masyarakat belum memasuki ranah antar komunitas masyarakat yang sulit untuk disatukan perwujudannya membentuk masyarakat madani. (Fauzia/j)