Simalakama Menjadi Anak Angkat

0
201

 

Adegan Angeline menangis dihadapan wali murid ketika menceritakan ibu di sekolah. (Foto : sidomi.com)

Judul Film : Untuk Angeline

Sutradara : Jito Banyu

Pemeran : Kinaryosih, Naomi Ivo, Teuku Rifnu Wikana, Roweina Umboh, Paramitha Resady, Hans de Kraker

Tanggal Rilis : 21 Juli 2016

Peresensi : Amarta

 

Hujan orang meninggal (istilah Ni Luh) mengantarkan kepergian John ke alam kekal. Isak tangis Angeline dan Tery tak bisa membuat penyakit Jantung yang sudah menggerogoti tubuh John. Di luar pintu kamar Kevin tersenyum sambil memegang gagang pintu menyaksikan adik angkat dan mamahnya.

Angeline kehilangan Papah John yang selama ini dekat denganya. Setiap malam sebelum tidur, John tidak pernah lupa untuk mengantarkan putrinya ke alam mimpi dengan dongeng khas anak-anak. Hingga Angel sapaan akrabnya, selalu terngiang cerita mengenai istana yang akan menjadi miliknya.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata kekerasan terhadap anak yang terjadi di Bali, menampilkan Angel bukan hanya kehilangan kenyamanan di rumah, melainkan rumahnya menjadi simalakama bagi dirinya. Sikap Tery yang menjadi tak ramah terhadapnya. Perubahan ini bukan tanpa sebab, melainkan bom waktu kekesalan Tery terhadap Angel yang menemukan masa untuk meluapkan segala-galanya.

Tery dan John sering terlibat percekcokan mengenai Angel yang statusnya sebagai anak angkat. Anggapan istri John, Angel menerima perlakuan khusus dari John dibandingkan Kevin anak Tery dari sebelumnya.

Kala meminta pergi ke Swis untuk mengisi liburan masa sekolah. John beralasan liburan kali ini bisa di tunda karena Angeline sedang mengalami flu. Rupanya Tery tak kehabisan untuk mendesak suami agar menyegerakan liburan menuju salah satu kota bebas korupsi di Eropa tersebut.

“Kalau liburan depan Angeline demam berdarah dan flu. Angel itu hanya anak angkat” ucap Tery sambil berjalan menuju John yang tengah mengguntingi cetakan foto Angel saat berlibur di pantai. Ucapan itu justru menjadikan John naik pitam dan memperingatkan agar tidak membedakan antara Kevin dan Angel.

Tak berhenti sampai di situ, sebelum ajal menjemput John. Tery mengulangi kesalahan yang sama. Ketika Kevin dengan sengaja menabrakkan sepeda yang ditungganginya ke tubuh Angel. John langsung memeluk putrinya lalu Kevin terkena semprot yang justru ditanggapi oleh Tery sebagai pembelaan yang tidak perlu. Sekali lagi Tery menganggap Angel hanya anak angkat, tidak lebih dari itu.

Perseteruan keduanya berlanjut mengenai jaminan hari masa depan kedua anaknya. Tery memprotes keputusan John karena memberikan nominal lebih besar ketimbang Kevin. Pertimbangan besaran angka yang lebih rendah untuk Kevin karena Kevin mendapatkan uang dari suami pertama Tery. Alasan John pun tak dapat di terima olehnya

Nasi sudah menjadi bubur. Bom waktu kekesalan tertuju pada Angeline yang menjadi pesakitan. Hari-harinya menjadi di iringi tangisan, kekangan dan harus menjalani kehidupan jauh dari dunia anak. Waktunya habis untuk membersihkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kucing milik sang Ibu. Tery memberi jatah makan untuk kucing sekaligus Angel karena kucing milik Tery harganya melebih uang tebusan adopsi Angel terhadap kedua orang tuanya.

Kondisi Terjepit

Jito Banyu, sutrada film Untuk Angeline menampilkan alur flash back dengan latar utama cerita kesaksian Samidah di meja hijau.

Tangis Samidah tak tertahan ketika Hakim Ketua membacakan kesaksian Ni Luh pembantu Tery di pengadilan. Buah hatinya sering mendapatkan kekerasan dan tidak pernah diberikan makanan layak oleh Ibu angkatnya semenjak bapak angkatnya meninggal. Penderitaan itu di mulai semenjak umur 4 Tahun.

Hati Samidah sangat tersayat karena buah hatinya harus di adopsi oleh orang lain atas keputusan sepihak suaminya. Santo terdesak untuk menjual buah hatinya, meskipun sudah berulang kali istrinya memohon agar hal tersebut di pikir ulang kembali.

“Kamu lebih memilih menjual anakmu daripada motormu ?” ucap Samidah sambil memegang erat tangan Santo.

Kinaryosih aktris yang memerankan Samidah tak kuasa menahan air seraya berteriak pada semesta memanggil nama sang anak. Hujan yang mengiringi kehadiran buah hati di alam fana. Hasil perjuangan hidup dan mati di beri nama Angeline oleh John dipagari kesepakatan di antara keduanya, Angel akan kembali kepada keluarga setelah umur 18 tahun.

Tak bisa lama-lama Samidah meratapi kesedihannya. Ia harus banting tulang meneruskan penghidupannya menjadi pembantu. Tak lupa menyisihkan gajian bulanan untuk di kirim ke rumah. Majikan Midah seringkali menanyakan keberadaan anaknya yang bernama Angeline. Mulutnya berterus terang bahwa buah hatinya di jual kepada orang yang lebih mampu. Ibu Dinda yang iba pun memiliki niat baik untuk menolong Samidah mempertemukan keduanya. Tapi apadaya, Midah tak tahu tempat berteduh sang buah hati. Saat diklarifikasi oleh Ibu Dinda mengenai surat-menyurat adopsi, Samidah hanya menggelengkan kepala yang membuat iba majikan tak dapat tersalurkan.

Kesedihan yang dirasakan oleh Samidah berbanding lurus dengan hari-hari Angel pasca kematian John. Tery menjadi ratu yang memerintah sesuka hatinya kepada Angel. Mulai dari membewakan barang-barang hingga merawat kucing-kucing kesayanganya. Angel benar-benar kehilangan istana yang selalu menjadi dongen pengantar tidur oleh John. Praha di rumah bersama ibunya ia tumpahkan saat bercerita mengenai ibu di sekolahannya. Kisah tersebut berbalas iba dari para penonton.

“Ibu. Aku pernah dibelikan boneka oleh papah John yang suah meninggal. Luna namanya. Aku tidak tahu Luna punya ibu atau tidak. Sama seperti Angel. Iibunya luna tidak seperti ibu Kiara atau Bela.”Angel sama dengan Luna. Luna tinggal tanpa tahu ibunya. Luna tidak pernah dipeluk. Luna tidak pernah disuapin. Luna tidak pernah dikepangin, tapi Luna punya Angle. Mungkin Angle seperti Luna. Tidak pernah tahu. Tapi punya papah John yang sudah meninggal.Angel berharap asalkan Luna nyaman di istananya. Ternyata tak ada istana untuk Angle. Papah, papah kalau ketemu Tuhan, tolong mintakan Tuhan Angle ingin istana dan Angle tidak punya bercerita seperti teman teman lain”.

Cerita Angel mengenai bonek Luna menggambarkan kehidupan yang tidak pernah nyaman. Hal-hal yang harus ia dapatkan di masa kecilnya tak pernah ia alami. Merasa kesepian, terancam, dan terkekang. Angel hidup di bawah tekanan Tery.

Hingga suatu hari, Ibu tiri melihat kucing kesayanganya meninggal. Tery menghampiri Angelin yang sedang tertidur pulas. Mula-mula Tery membangunkan dengan belaian halus. Berlanjut pada bentakan karena kucing kesayanganya mati. Di seret ke gudang menggunakan tangan kosong serta di diamkan berhari-hari. Anton, supir pribadi keluarga hanya membisu melihat kebrutalan majikannya terhadap anak angakat. Angel pun dinyatakn hilang dan selebaran pun tersebar di sudut-sudut Kota Bali.

Rasa lelah yang sudah akut di alami oleh Angel hanya bisa berkata yang akhirnya tertunduk lemas Pah, Angel lelah menghadapi ini semua,

Samidah pun tak bisa menyembunyikan kesedihanya melihat Angel terkapar di ruang otopsi. Tak kuasa menahan derita yang di alami karena dalam hidupnya hanya bertemu dua kali dengan buah hatinya, saat terlahir ke dunia dan meregan nyawa. Detik-detik itu menjadi menegangkan bagi Samidah yang sudah bersusuah payah melahirkan putrinya ke dunia fana.

Ibu kandung Angel tidak menyangka semuanya berakhir seperti ini. Begitupun ayahnya yang mengambil resiko justru menelan ludah sendiri. Angelin menjadi refleksi untuk kita semua melihat realita yang masih penuh dengan sifat-sifat hewani. Kemanusiaan lenyap oleh keserakahan melahap keinginan. Angel tidak akan menjadi kertas yang telah menjadi abu, melainkan tercatat oleh lembaran-lembaran sejarah yang akan selalu menjadi rujukan mengambil tindakan di masa mendatang. (MF)