September Kelam: Tragedi yang Ditelan Waktu

0
181
sumber ilustrasi : foreverconsicious.com
sumber ilustrasi : foreverconsicious.com
sumber ilustrasi : foreverconsicious.com

Pemimpin datang dan pergi,

Penguasa silih berganti,

Pelanggaran HAM masih terjadi,

Dan kasus Munir masih tersimpan rapat dalam laci

Itulah sebuah bait syair yang nampaknya layak untuk dilontarkan saat ini. Munir Said Thalib atau yang biasa disapa dengan sebutan Munir, seorang pria sederhana yang bersahaja. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara Said Thalib dan Jamilah. Ia adalah seorang tokoh, seorang pejuang sejati, seorang pembela HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia. Pria kelahiran Malang, 8 Desember 1964 ini adalah seorang aktivis muslim ekstrim yang kemudian beralih menjadi seorang Munir yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktik-praktik otoritarian. Ia adalah seorang aktivis yang sangat aktif memperjuangkan hak-hak orang tertindas. Selama hidupnya ia selalu berkomitmen untuk selalu membela siapa saja yang haknya terdzalimi.

Munir Said Thalib merupakan sosok aktivis puritan yang mana beliau merupakan sosok pahlawan bagi orang-orang yang dirampas hak-hak mereka selama ini. Ibarat bagaikan tameng yang selalu melindungi orang yang akan terkena senjata. Begitulah gambaran sosok Munir. Alumni mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini sangat agresif dalam kiprahnya sebagai aktivis HAM. Namanya melambung tinggi ketika Munir mendirikan Kontras pada tahun 1998. Dari situ perjuangan Munir dalam memperjuangkan HAM sangat terlihat jelas. Bahkan banyak gelar yang didapatkannya, baik dari kanca nasional maupun internasional.

Namun naas, pengorbanan yang semasa hidupnya dulu kini berbanding terbalik dengan kasus yang menimpanya hingga mengantarkannya pada kematian. Dua belas tahun sudah kasus pembunuhan Munir belum terungkap hingga sekarang. Pihak keluarga sendiri sudah berkali-kali melaporkan kasus ini agar secepatnya dilakukan penyidikan terhadap kasus ini. Namun disini juga berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya hingga saat ini kasus ini belum menemui titik terang. Hal ini yang menimbulkan banyak pertanyaan ditengah-tengah masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa pihak pemerintah sendiri turut serta dalam memendam kasus ini secara rapi. Pertanyaannya disini, apakah ada diantara slah satu petinggi Negara kita yang tersangkut kasus ini? Entahlah, hanya Sang Pencipta dan pembunuhlah yang mengetahuinya. Kalau dirasa memang hukum di Negara kita banyak yang menyatakan bahwa keputusan yang diambil hakim sangat kontroversial. Itulah wajah hukum kita, karena segalanya bias direkayasasehingga tidak menghilangkan bekas sama sekali. Seperti halnya kasus ini yang lenyap ditelan waktu.