Savic Ali: Membaca dan Menulis Kewajiban Mahasiswa

0
156
Savic Ali saat memberikan orasi kepemudaan di hadapan 4105 mahasiswa baru dalam acara penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kebudayaan (PBAK) 2018 UIN Walisongo. Foto: Dok. Justisia

Justisia.com– Pada acara penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2018 UIN walisongo, Savic Ali mengingatkan mahasiswa untuk melaksanakan tugasnya sebagai pencari ilmu.

“Membaca dan menulis adalah kewajiban pencari ilmu. Dengan menulis mahasiswa dapat menuangkan gagasan melalui tulisan,” tegasnya saat menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan mahasiswa baru di lapangan UIN Walisongo Semarang, Rabu (29/08).

Ia menghimbau terhadap mahasiswa baru jika ingin meraih sesuatu tidak ada yang tidak mungkin asal belajar dengan tekun.

“Dengan belajar bersungguh-sungguh, kita akan menjadi pintar dan kemudian bisa memberi manfaat pada orang lain. Tidak hanya pintar tapi juga bermanfaat,” kata pria yang mempunyai hobi membaca dan menulis sejak kecil.

Aktivis 1998 itu menambahkan bahwa Mahasiswa harus memberikan dampak baik terhadap orang lain. Oleh karena itu supaya berdampak baik bagi masyarakat, mahasiswa harus mempunyai kemampuan.

Savic memotivasi mahasiswa baru jika ingin Indonesia maju, maka mahasiswa yang telah diberi kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi harus mempunyai semangat. “Jika negara kita ingin maju, dan bangsa ini ingin sejajar dengan bangsa lain maka kuncinya harus semangat,” ujarnya.

Seiring perkembangan tekhnologi seperti sekarang ini, ia menyarankan mahasiswa untuk tidak gaptek terhadap pengetahuan dan teknologi. “Di era digital pengetahuan dan informasi sangat mudah diakses. Karena itu mahasiswa harus melek internet,” pungkas aktivis muda NU tersebut. (Inunk/Afif)