Rintihan Adaptasi Mahasiswa

0
325
sumber foto: st.ut.ee

Oleh: Adetya Pramandira

Pernahkah kamu merasa kesepian? Tidak punya kawan? Dan bahkan merasa sendirian di tengah kerumunan orang? Entah sadar atau tidak, semua orang pasti pernah mengalaminya. Lebih-lebih ketika putus sama pacar, marahan sama teman, hidup jauh dari keluarga, dan sebagainya.

Mahasiswa perantauan misalnya. Ketika jauh dari keluarga, tidak mungkin akan menutup diri dari lingkungan. Cepat atau lambat pasti akan menyesuaikan dengan lingkungan dan mencoba keluar dari zona nyaman agar mudah dalam mengarungi kehidupan di tempat barunya. Memang tidak bisa dipungkiri, dalam keseharian setiap orang pasti memerlukan bantuan orang lain, kalau kata Aristoteles “manusia adalah makhluk zoon politicon atau mahluk social”, atau lebih gampangnya “manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu berinteraksi”.

Dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan, antara satu dengan yang lainnya pastilah berbeda. Terkadang ada yang cepat dan mudah untuk beradaptasi. Ada juga yang lamban dan sulit sekali terbuka dengan kehidupan barunya. Orang yang cepat dan mudah berinteraksi akan merasa enjoy-enjoy saja dengan lingkungannya. Namun, berbeda 180 derajat dengan orang yang sulit berinteraksi. Mereka akan cenderung menutup diri dan sulit menerima kawan dengan suasana yang baru pula. Pastilah hidup akan terasa tidak nyaman dan banyak tekanan.

Seperti halnya Mahasiswa baru, yang baru saja melewati gerbang SMA dan masuk kedalam dunia perkuliahan. Interaksi yang baik sangatlah diperlukan sebagai langkah awal dalam proses beradaptasi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kesulitan berinteraksi terhadap sesama di masa awal perkuliahan akan menimbulkan efek negativ kedepannya.

Oleh karenanya, interaksi yang baik harus di kembangkan mulai dari sekarang. Jika merasa kesulitan, beberapa langkah awal yang mudah adalah dengan bersikap terbuka terhadap sesama, tidak menyendiri dan tidak menghindar dari perkumpulan-perkumpulan pada umumnya karena hal tersebut akan menimbulkan image negativ dalam diri kamu.

Setelah itu bangun rasa percaya diri dan keberanian untuk memulai interaksi terlebih dahulu, jangan hanya menunggu orang lain untuk menyapa, tetapi beranikanlah diri untuk menyapa terlebih dahulu. Bersikap friendly, sopan dan juga gunakan retorika berbicara dengan baik. Hindari perkataan yang sekirannya dapat menimbulkan sakit hati dan jangan pasang wajah angkuh. Usahakan selalu tersenyum ketika berbicara atau berjumpa dengan siapapun karena hal tersebut akan menarik perhatian orang untuk mengenal dirimu.

Mendapat jawaban sinis, acuh dan cenderung mengabaikan menjadi hal biasa dalam proses berinteraksi. Jangan sampai hal tersebut menjadikanmu minder, malu, dan ogah-ogahan untuk memulai terlebih dahulu. Lebih percaya diri, yakinkan dalam hati bahwa tidak semua orang bersikap demikian.

Jika sudah dapat berinteraksi dengan baik dengan orang-orang terdekat atau teman kelas misalnya. Maka, mulailah merambah ke dunia luar, jangan hanya berkutik dengan lingkungan kelas. Tetapi mulailah berinteraksi dengan kawan-kawan di luar kelas. Karena hal ini akan menambah relasi dan jaringan yang sangat membantu proses perkuliahan dan juga kehidupanmu ke depannya.

 

 

 

 

SHARE
Previous articleSi Pelampau Masa
Next articleKala Itu