Relasi Spiritualitas dan Nasionalisme

0
189
Dr, Syamsul Ma'arif (tengah) menjadi pembicara dalam Cafe Sufi Matan Komisariat Walisongo "Cerdas Intelektual dan Spiritual" di Gedung Q Kampus II UIN Walisongo, Rabu (26/10/2016) malam. (dok: Husna)
Dr, Syamsul Ma'arif (tengah) menjadi pembicara dalam Cafe Sufi Matan Komisariat Walisongo "Cerdas Intelektual dan Spiritual" di Gedung Q Kampus II UIN Walisongo, Rabu (26/10/2016) malam. (dok: Husna)
Dr, Syamsul Ma’arif (tengah) menjadi pembicara dalam Cafe Sufi Matan Komisariat Walisongo “Cerdas Intelektual dan Spiritual” di Gedung Q Kampus II UIN Walisongo, Rabu (26/10/2016) malam. (dok: Husna)

Matan UIN Walisongo menyelenggarakan Cafe Sufi “Peran Spiritual dan Nasionalisme dalam Menjaga Kearifan Sosial” di gedung Q kampus 2 UIN Walisongo semarang, Rabu (26/10/2016) malam.

Acara yang mengajak generasi muda untuk memahami hubungan antara spritualisme dan nasionalisme yang selama ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sehingga mampu membangkitkan jiwa nasionalisme dan kesadaran akan hubbul wathon (cinta tanah air).

“Tema ini saya ambil sesuai dengan organisasi Matan yang didalamnya mengisi spiritualitas dan bukan ke intelektualnya melainkan kerohaniannya,” ungkap Husni (20) selaku ketua panitia acara tersebut.

Dalam acara ini mendiskusikusikan mengenai radikalisme saat ini dan memandangnya dari sudut keagamaan. “Negara tanpa Agama itu tidak akan berkembang dengan pesat, dan nasionalisme negara tanpa agama tidak akan cerah bahkan akan menjadi gelap gulita. jadi satu sama lain harus saling berintegrasi,” tutur Dr.Syamsul Maarif,M.Ag (41) selaku pembicara.

Relasi nasionalisme dan agama dapat menimbulkan kecintaan terhadap negara yang dicontohkan oleh Pendiri Nadhatul Ulama, Hasyim Asyari melaui konsep resolusi jihad

“Negara tidak dapat dipisahkan dari agama karena sangat penting bagi setiap orang memiliki keseimbangan antara keduanya dan memiliki sifat jiwa nasionalisme berbasis teologi Negara. Seperti resolusi jihad para kyai atau petinggi agama yang saat ini mulai ikut andil dan menggeluti politik, merupakan hasil dari resolusi jihad dalam bidang politik,” tambah pria asal Purwodadi tersebut.

Reporter : Husna

Editor : Rais Lesen