Penjelajahan Pribumi di Eropa

0
35
Sumber ilustrasi : takselesai.com

Judul : Bumi Manusia

Penulis : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit : Lentera Dipantara

Cetakan : 28 Juli 2018

Isi : 551 hlm

Peresensi : M. Nor Arif Afendi

Justisia.com Bumi manusia adalah buku pertama dari Tetralogi buku karya Pramoedya Ananta Toer. Buku ini ditulis Pramoedya ketika masih mendekakm di pulau Buru. Sebelum ditulis pada tahun 1975, sejak tahun 1973 terlebih dahulu diceritakan ulang kepada teman-temannya.

Novel Bumi Manusia berlatar belakang jaman penjajahan Belanda di awal abad ke 20. Di desa Wonokromo, Surabaya, ada pemuda jawa yang memliki pemikiran atau rasa kebebasan dalam keadialan yaitu Minke (Tirto Adhie Soerjo). Minke adalah putera dari Bupati. Minke darah pribumi yang lulusan dari H.B.S ( Hogere Burger School).

Suatu hari, Robert Shuurhof teman sekolah di H.B.S untuk berkunjung ke rumah Robert Mellema putera dari seorang Nyai Ontosoroh yang digundik seorang darah Belanda Tuan Herman Mellema di Wonokromo. Saat di kediaman Nyai Ontosoroh Boerderij Butitenzorg, Minke bertemu dengan Annelis Mellema, dan mereka memulai percintaan mereka pada waktu itu juga, Minke mencintai Annelis, begitupun sebaliknya dengan Annelis. Dan Nyai Ontosoroh pun tidak keberatan dengan percintaan mereka, bahkan mendukung atau merestui mereka untuk kejenjang menikah. Namun, ketika Tuan Herman Mellema meninggal percintaan mereka berada di ujung tanduk karena menurut hukum Belanda pernikahan mereka tidak sah. Mulailah darisini konflik bermunculan masuk ke dalam rumah Nyai Ontosoroh. Pada akhirnya pun Annelis dibawa ke Belanda.

Bercerita Minke dibalik perjuangannya dalam berbicara humanisme yang dituangkan dalam tulisannya, ternyata banyak teman dan sahabat-sahabat yang selalu mendukuknganya dari belakang. Saat menuntut ilmu di H.B.S Minke bertemu dengan banyak orang yang berpengaruh terhadap hidupnya diantranya Robert Suurhof, Robert Mellema, Jan Dapperste (Panji Daraman), Herman Mellema, Nyai Ontosoroh, Annelis Mellema, Darsam, Sahabat Pelukis dari Perancis Jean Marais dengan si kecil May marais, dan Guru terbaik bagi Minke Magda Paters. Robert Shuurhof adalah teman sekolah dan satu kelas Minke di H.B.S dan juga Panji Darman.

Shuurhof adalaha yang mengenalkan Minke kepada Annelis. Minke malu dan takut saat bertemu pertama kali dengan Nyai Ontosoroh dan Annelis lantran Minke keturunan Jawa tulen sedangkan Annelis gadis keturunan dari Eropa. Namun, Minke canggung, takut, dan malu terhadap Nyai Ontosoroh yang biasa dipanggil Mama. Karena sering datang ke Boerderij Butitenzorg (Perusahaan Pertanian) rasa takut pun mulai hilang dan timbul kekaguman terhadap Nyai Ontosoroh karena kemandirian yang dimiliki Mama. Disisi lain Minke jatuh hati pada Annelis, namun kedatangan Minke ke Wonokromo menimbulkan masalah pada dirinya. Ayah dan abang Annelis, Herman dan Robert Mellema tidak suka dengan Minke lantaran Minke keturunan Pribumi asli.

Selain permsalahan yang timbul dari ayah dan abang Annelis muncul lagi permasalahan dari Robert Suurhof. Robert Suurhof ternyata juga mencintai Annelis. Dia berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan Annelis bahkan cara-cara licik dia lakukan. Permasalahan itu menyebabkan Minke sampai dikeluarkan dari sekolah karena dia. Dia juga menyebarkan fitnah yang tidak-tidak di sekolah, dia mengatakan bahwa Minke menjalin hubungan dengan Nyai di dalam rumahnya. Padahal, yang terjadi sesungguhnya adalah Minke menjalin hubungan dengan anaknya, Annelis bukan dengan Mama. Dan hubungan itu pun sudah diresmikan dengan iktan pernikahan.

Kemudian Minke juga mempunyai guru favorit bernama Magda Peters. Dia melihat bakat menulis yang mengalir di dalam diri Minke, sehingga Minke mendapatkan undangan dari Asisten Residen Herbert de la Clorix. Magda Peters lah yang membantu Minke dalam berbagai macam masalah yang datang pada Minke. Namun sayang, dia harus berpisah dengan Minke, dia pulangkan ke Belanda karena pemikirnya yang keras dan liberal.

Selanjutnya permaslahan yang sangat besar mengahampiri Minke dan Mama setelah Meninggalnya Tuan Herman Mellema. Kematian Herman Mellema di rumah plesiran Babah Ah Tjong yang janggal, membuat kasus itu diselidiki polisi dan akhirnya pun dibawa ke pengadilan dan menjadi sidang terbesar dan paling mahal di Surabaya saat itu karena sebelum-sebelumnya belum ada. Persidangan tentang kematian Herman Mellema belum juga selesai, Mama mendapat tuntutan dari Ir. Maurits Mellem, anak hasil pernikahan yang sah antara Herman Mellema dengan Amelia Mellema-Hammers. Dia menuntut haknya berupa perusahaan Boerderij Bultenzorg (Perusahaan pertanian) yang dimiliki oleh Herman Mellema. Selain itu, dia juga meminta Annelies untuk dibawanya ke Belanda. Minke dan Mama hanya bisa diam dan pasrah melihat keadaan seperti itu mati tanpa kata.

Beberapa konflik yang telah dihadapi oleh Minke membuat ketegangan buat para pembaca dan penasaran akan kisah yang bakal dihadapi lagi oleh Minke selajutnya. Kemudian, latar belakang dari Novel Bumi Manusia itu zaman penjajahan Belanda, diamana kita pun diajak ikut serta membayangkan keadaan saat itu.

Sudut pandang pertama dalam novel ini mengajak kita untuk ikut masuk kedalam pada masa itu. Dan mengikuti semua gerak yang dilakukan oleh Minke. Secara tidak langsung kita ikut serta mendampingi Minke dalam semua kejadian-kejadian yang telah dilaluinya. Pemikiran-pemikiran menyoal keadilan bagi pribumi, sikap masyarakat, strata sosial yang ada waktu itu. semuanya adalah bentuk bahwa minke adalah Minke sangat terpengaruh oleh Revolusi perancis dan terbungkus sangat indah dengan kisah cinta antara Minke dan Annelies.

Pemilihan diksi yang berasal dari bahasa asing terutama Belanda yang kurang memahamkan, sehingga dalam pemahaman cerita ada yang susah. (Arif/ Red: Syaifur)