Penindaklanjutan Atlet Orsenik belum Jelas

0
101
Penyerahan penghargaan juara Orsenik 2018 cabang perlombaan tenis meja, Jumat (21/09). Foto : dok. Justisia

Justisia.com– Perhelatan lomba terakbar sejagat UIN Walisongo, Orsenik resmi dimulai. Pembukaan ditandai dengan penabuhan drum secara simbolis oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag., Jumat (21/09).

Sebagai acara bergengsi, tentu setiap fakultas ingin menunjukkan yang terbaik. Biaya, tenaga, dan pikiran dikerahkan semaksimal mungkin demi tercapainya hasil yang diharapkan. Penentuan atlet pun tidak sembarangan. Seleksi ketat dilakukan guna memastikan yang menjadi perwakilan adalah atlet terbaik. Latihan demi latihan, persiapan demi persiapan dilakukan dengan matang sejak jauh-jauh hari.

Dengan diselenggarakannya Orsenik diharapkan mampu menjadi jembatan pencarian bakat dan bibit terbaik di UIN Walisongo Semarang.

Namun, seolah layu sebelum berkembang, sejumlah atlet Orsenik di tahun-tahun sebelumnya memilih untuk tidak melanjutkan kiprahnya di bidang yang sama ketika menjadi perwakilan Orsenik.

“Tidak mas, lebih baik saya kuliah (dengan baik)” ujar AA (20),Sabtu (22/09), mantan atlet Orsenik yang tidak mau dibeberkan namanya.

Menanggapi hal demikian, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Suparman Syukur mengungkapkan bahwa kampus akan berusaha untuk melakukan berbagai inisiatif sebagai bentuk apresiasi kepada atlet yang berprestasi.

“Bagi atlet yang bagus kita usahakan ke depan untuk mendapat beasiswa ataupun diberikan apresiasi yang lain. Saya tidak janji tapi kita akan berikan sebaik mungkin, contoh seperti yang menang dalam kejuaraan silat kemarin kita berikan apresiasi juga. Jadi meskipun sedikit, nilai pengikat itu ada,” ungkapnya ketika ditemui di teras Gedung Serba Guna Kampus III UIN Walisongo, Jumat (21/09).

Ia berharap, dengan adanya hal demikian para atlet Orsenik bisa terus semangat untuk melanjutkan kiprahnya.

“Jadi mereka ke depan, mudah-mudahan mereka tetap eksis di sini dan tetap mempunyai kecintaan terhadap UIN Walisongo,” ungkap pria asal Kebumen.

Ia menambahkan, bagi siapapun mahasiswa (tidak hanya atlet Orsenik) yang mau ikut lomba akan mendapat dukungan penuh dari kampus.

“Bagaimanapun itu tetap membawa nama UIN Walisongo. Semuanya itu tentu secara akademis dan administratif harus ijin, memberi tahu, dan sebagainya. Saya kira pasti kita dukung dan kita ijinkan,” ungkapnya ketika ditemui di teras Gedung Serba Guna Kampus III UIN Walisongo, Jumat (21/09).

Pihak Dema universitas mengungkapkan bahwa akan ada usaha untuk mengarahkan para atlet lomba Orsenik agar minat dan minat atlet Orsenik bisa tersalurkan.

“Dema berusaha untuk merekomendasikan atlet pemenang Orsenik yang mewakili UIN di event lomba, meskipun tidak hanya atlet Orsenik yang berpeluang, semester yang lain, mahasiswa lama juga memiliki peluang yang sama, tapi kami merekomendasikan kampus untuk seperti itu,” ujar ketua Dema universitas, Fahmi saat konferensi pers Orsenik 2018, Senin (17/09).

Namun, tambahnya, sejauh ini pihak Dema belum bisa berbuat banyak, hanya sebatas merekomendasikan, belum sampai kepada pelatihan intensif, fasilitas, dan sebagainya. Sehingga penindaklanjutan dikembalikan kepada individu masing-masing. (J/08)