Merawat Paham Islam Universal

0
180
sumber ilustrasi : ngautad.blogspot.co.id
sumber ilustrasi : ngautad.blogspot.co.id
sumber ilustrasi : ngautad.blogspot.co.id

Jaedin*

Jika mengingat tentang agama, maka salah satu dari agama samawi adalah Islam. Agama damai, tunduk, berserah diri, arti-arti semacam ini sesuai dengan ungkapan K.H Ali Mufiz salah satu tokoh NU di Jawa Tengah. Itu arti Islam sebagai agama samawi terakhir yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Islam menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi umat. Eksistensi agama tak bisa dipungkiri bahwa berhasilan agama terdapat seorang aktor. Dalam agama samawi contohnya, nabi-nabi yang membawa risalah Allah. Agama-agama samawi sendiri Yahudi penggeraknya Nabi Musa, Kristen Nabi Isa al-Masih (Yesus), dan Islam sendiri Nabi Muhammad.

Ulama pewaris para nabi-nabi, menyempitkan kata ulama di Indonesia yaitu tertuju kepada Kyai. Tugas yang diembannya menjalankan misi dari agama itu sebagai aktor. Kyai dalam KBBI yaitu seorang yang cerdik pandai dalam agama islam, maka seorang kyai sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Pengaruh agama terhadap kehidupan manusia dapat dilihat bahwa sejak zaman Yunani Kuno. Manusia merupakan human religion yang sudah terdapat unsur mistik dalam kehidupan manusia. Unsur tersebut mendorong manusia akan mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan hidup. Zaman Yunani, masyarakatnya sudah menyembah dewa-dewa yang dipercayai akan membawakan kelangsungan hidup.

Agama Islam yang sekarang dianut oleh kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Agama akan sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat di zaman post-modern seperti ini, degradasi moral, ancaman radikalisme, persaingan ekonomi global, dan melawan kerasnya hirup-pikuk melawan ketidakadilan terhadap rakyatnya jelata. Agama Islam yang notabennya Rahmatan lil Alamin harus bisa memberikan solusi atas problem masyarakat yang ada. Agama Islam bukan hanya agama yang relasinya agama dengan Tuhan (Ibadah), tetapi bagaimana Islam juga bisa hubungan manusia lebih erat lagi dalam bersosial.

Para teroris yang mengaku dirinya seorang Islam itu tidak mencerminkan sama sekali nila-nilai universal Islam. Seperti insiden yang baru saja terjadi di Kota Nice-Prancis 15 Juli 2016 membabi-buta melaju kencang mengunakan sebuah truk sehinga menewaskan 84 orang, dan luka-luka berat lainnya. Ini lah contoh buta terhadap agama. Jika mereka berbuat demikian atas nama agama dan jihad itu kekeliruan sangat besar. Tidak menerminkan prinsip Islam itu sendiri. Maka tidak lain kewaspadaan dan tingkat keamanan di Indonesia harus ditingkatkan. Pengajaran-pengajaran Islam universal Islam ditingkatkan pula. Ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah yang diamalkan oleh kalangan NU harus lah menyeluruh.

Kyai sebagai pewaris Nabi dalam menjalankan misi sebuah agama. Masyarakat menggantungkan harapannya. Situasi sosial masyarakat lebih baik. Setiap zaman tantangan dan masalah yang dihadapi telah berbeda. Kecerdikan dan kepandaian di bidang agama harus menyesuaikan perkembangan zaman bagi santri dan agamamawan dituntut agar lebih bisa membumi dan abadi bisa dikonsumisi dimanapun dan kapan pun.

Transformasi dakwah diperlukan, Seperti halnya dakwah-dakwah secara oral, harus bisa menggunakan media sosial, serta menuliskannya dengan media cetak lainnya berupa buletin, majalah, atau pun buku-buku. Akan menjadi lebih bisa dinikmati semua kalangan. Artinya, kaum agamawan harus melek terhadap perubahan zaman yang semakin berkembang. Dulu bumi datar dibantah oleh Galilei Galileo dengan teorinya bahwa bumi itu bulat, sekarang bumi sudah datar lagi dengan adanya internet. Karena segala sumber informasi bisa dijangkau dengan menunggu hitungan detik saja. Dengan adanya internet dakwah berupa tulisan maupun metode lainnya media bisa memanfaatkannya untuk menyiarkan nilai-nilai agama Islam itu sendiri.

Dalam hal itu tokoh agama lainnya harus memiliki keahlian dalam dunia jurnalis. Tiada lain ulama-ulama besar Islam mereka abadi karena pemikiran dan intelektual mereka terawat karena menulis. Agar terawatnya keilmuan tentang pemahaman agama. Dengan menulis semua akan abadi. Siapa saja akan bisa menikmati dan bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya. Tidak jarang semua orang bisa mengakses segalanya dari internet. Baik media sosialnya, jurnal, majalah, dan buku-buku semua telah tersedia. Jika para tokoh agama khususnya Islam tidak menuliskan atas ide dan pengetahuannya atas agama. Luputlah sudah, intelektual keagamaan yang telah ada.

Begitu pentingnya merawat semua keilmuan keagamaan. Agar tidak tersisihkan dengan agama yang berpaham radikal. Jangan sampai ideologi yang akan mengancam Islam yang rahmat bagi semesta alam tidak Nampak lagi. Tenggelam oleh ideologi radikal keagamaan.

* Mahasiswa semester V Fakultas Syariah & Hukum UIN Walisongo