Fatah Syukur: Manajemen yang Baik Sumbang Pendidikan Bermutu

0
243
Prof. Fatah Syukur, M.Ag. (memakai toga) foto bersama keluarga setelah Rapat Senat Terbuka UIN Walisongo di Auditorium II Kampus III, Kamis (24/03) (dok. FB :Solihati Arifin)
Prof. Fatah Syukur, M.Ag. (memakai toga) foto bersama keluarga setelah Rapat Senat Terbuka UIN Walisongo di Auditorium II Kampus III, Kamis (24/03) (dok. FB :Solihati Arifin)

Rapat senat terbuka dalam rangka pengukuhan Prof. Dr. H. Fattah Syukur. M.Ag sebagai guru besar dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bertempat di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang, Kamis (23/03).

Saat ditemui wartawan, Fattah Syukur menyoroti banyaknya lembaga pendidikan berbasis madrasah yang mayoritas swasta, harus ada perubahan ke arah yang lebih baik, terutama pembenahan dalam manajemennya.

Pendidikan yang baik tidak melulu soal sekolahnya maupun guru pengajarnya melainkan dari manajemen sekolahnya.

Fattah Syukur menuturkan jumlah lembaga pendidikan berupa madrasah di Indonesia cukup banyak, lebih dari 30% yang hampir semuanya swasta. Oleh karenanya perlu ada sentuhan, pembinaan, dan perbaikan-perbaikan sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pendidikan biasa-biasa saja, namun tetap bermutu.

“Ide yang saya sampaikan dengan adanya pendidikan saat ini melalui model manajemen madrasah efektif, agar pendidikan di sekolah menjadi bermutu,” kata Fattah Syukur.

“Manajemen efektif harus menunjukan kesesuian antara hasil yang di capai dengan hasil yang di harapkan,” imbuh pria kelahiran Kudus.

Peran Orang Tua untuk Kesuksesan

Tidak menutup kemungkinan ketika manajemen berjalan baik, akan membawa hasil yang baik. Manajemen yang baik harus diimbangi dengan perang orang tua untuk murid-muridnya.

Terkait capaian menjadiguru besar, ia mengatakan bahwa semua proses yang di jalani tidak semata di lakukannya sendiri. Melainkan banyak kontribusi yang di berikan oleh banyak pihak, terutama kedua orang tuanya.

“Ini merupakan capaian gelar akademik tertinggi, saya merasa yang saya capai ini merupakan kontribusi dari banyak orang, tidak terkecuali kedua orang tua saya. Karena mereka berdua telah tiada, betapa bahagianya andaikata mereka hadir di saat ini,” pungkas Wakil Dekan III FITK. (MUFTI/SYAIFUR)