Mahasiswi UIN Walisongo Terpilih Duta Anti Korupsi Mewakili Jateng

0
346
foto; watshaap pribadi. Justisia/doc
foto; watshaap pribadi. Justisia/doc

justisia.com – Aminatun Rofingatus Sangadah (18), salah satu mahasiswi semester II Jurusan Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang terpilih menjadi Duta Pendidikan Anti Korupsi mewakili Jawa Tengah untuk Konferensi Mahasiswa Nasional, Pendidikan Anti Korupsi Indonesian Youth Against Corruption (IYAC) 2017, di Makasar pertengahan bulan depan.

Tahap yang dilalui untuk bisa lolos pemilihan Duta Pendidikan Anti Korupsi adalah melalui pengiriman esai yang berisi proyek sosial dengan tema umum “Peran Mahasiswa dalam Pemberantasan Korupsi melalui Kegiatan Berbasis Pendidikan,”. Setelah mengirimkan esai dan data diri via e-mail, hasil seleksi diumumkan pada (31/5) lalu.

Untuk menyempurnakan esainya, perempuan kelahiran Purbalingga ini harus pulang-pergi Purbalingga-Semarang untuk menemui mahasiswa UNDIP yang akan menjadi rekan tim proyeknya nanti.

“Saat saya ingin menyempurnakan konten esai sebelum diunggah, teman saya sedang berada di rumah. Saya perlu untuk mematangkan ide dan membuatnya lebih ringkas namun padat. Karena sulit jika harus berkomunikasi via daring, jadi saya memutuskan untuk menyusulnya,” terang mahasiswi yang sering di panggil Fifi tersebut.

Konferensi mahasiswa yang akan diadakan di Makassar selama tiga hari nanti merupakan pembekalan dan pengukuhan 34 delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia untuk menjadi Duta Pendidikan Anti Korupsi. Setelahnya ke-34 delegasi tersebut harus merealisasikan apa yang telah mereka tulis dalam esainya.

Wacana yang diangkat Fifi yaitu mengenai penerapan prinsip good governance bagi OSIS SMA yang menurutnya sangat perlu untuk dipahami dan diterapkan sejak dini. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat merupakan komponen penting dalam proses perjalanan sebuah lembaga eksekutif. Tidak hanya di pemerintahan, namun juga di kalangan pelajar. Proyek sosial yang direncanakan mengadaptasi e-budgeting seperti yang dimiliki Jakarta, Bandung, dan Surabaya, namun dengan bentuk dan fungsi program yang lebih sederhana.

“Oleh karena itu saya menggandeng mahasiswa Komputer/Informatika UNDIP. Nanti dia akan membantu saya menyusun program Excel dan website-nya. Saya juga sudah menghubungi sejumlah rekan di LPM Justisia untuk perealisasian proyek sosial ini setelah pulang dari Makassar nanti,” pungkas Fifi.

Menurutnya, ini merupakan kali pertama mengikuti acara tingkat nasional. Sebelumnya ia hanya sampai pada perlombaan tingkat provinsi saat masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Ia mengaku sangat antusias mengikuti konferensi tersebut.

“Sangat excited saat tahu dipilih sebagai delegasi Jawa Tengah. Senang bisa membawa nama UIN Walisongo untuk agenda besar seperti ini. Selain itu juga bisa memperkenalkan LPM Justisia kepada 33 delegasi lain. Semoga hal ini menjadi langkah baik untuk ke depannya, baik bagi kampus, LPM, maupun diri saya sendiri,” gadis berkulit sawo matang tersebut. (VVI/MUF)