Mahasiswa Baru Tidak Perlu Merasa Salah Jurusan

0
185
Wakil Dekan I bagian akademik Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, Drs. Sahidin, MSI saat diwawancarai. Foto: Doc Justisia

Justisia.com– Latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, mahasiswa baru tidak perlu merasa salah jurusan jika jurusan yang diambilnya tidak sesuai bidangnya. Pihak fakultas berinisiatif akan meyakinkan dan mennajamkan pada saat PBAK bahwa mahasiswa salah jurusan tidaklah salah.

“Jurusan hanya terminal saja mengantarkan kesuksesan. Bukan sebagai kata kunci kesuksesan itu sendiri,”. Kata Wakil Dekan I bagian akademik Fakultas Syariah dan Hukum, Sahidin, usai menghadiri pembukaan PBAK di GSG, Senin (27/08).

Ia meyakinkan mahasiswa baru bahwa lulusan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dari berbagai jurusan mempunyai orientasi ke dunia praktisi Hukum. “Output lulusan FSH bisa masuk ke Advokat, Hakim, Legal Drafter, biro hukum di instansi dan praktisi hukum lainnya. Dan semua jurusan di fakultas kita (Syariah dan Hukum) seperti ilmu falak, hukum keluarga islam, dan jurusan lainnya bisa terjun kesana,”. Bebernya.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan fakultas membuka kesempatan terhadap mahasiswa yang ingin pindah jurusan jika jurusan yang telah diambilnya dirasa tidak sesuai dengan chemistry atau bidangnya, maka mahasiswa bisa pindah jurusan. Mengenai mekanismenya, Sahidin menjelaskan bisa melalui berbagai tahapan dan pertimbangan yang rasional.

“Nanti mahasiswa mengusulkan ke jurusan lalu dilihat dari nilainya. Setelah itu kita pertimbangkan melalui rapat pimpinan kemudian diusulkan ke Rektor. Tentu dilakukan dengan pertimbangan yang logis dan rasional,”. Ujar pria asal Banyumas tersebut.

Ia menambahkan jika mahasiswa baru ingin pindah jurusan bisa dilakukan semenjak semester dua. Sementara kalau semester satu tetap pada pilihan semula. “Pindah kampus saja bisa (transfer) dengan melanjutkan semester setelahnya, masa pindah jurusan di kampus yang sama tidak bisa,”. Imbuhnya.

Menurut Sahidin, bolehnya pindah jurusan tidak hanya berlaku bagi mahasiswa baru. Mahasiswa semester di atasnya pun bisa pindah jurusan. “Kalau semester 3 atau 5 berkenan pindah sebenarnya bisa, tapi kan dia mengorbankan mata kuliah yang sudah dijalaninya,”. Pungkasnya. (Inunk/Afif)