Lulusan FSH Harus Ambil Bagian 4 Pilar Penegak Hukum

0
384
Muh Arifin saat mengisi acara pelatihan Advokat, Rabu (11/07) : ink

Justisia.com Pelatihan Advokat yang diselenggarakan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, guna membekali mahasiswa untuk memahami persoalan hukum di masyarakat yang sifatnya letigasi atau non letigasi. Wakil Dekan 3 yang juga menjadi salah satu pemateri, Muh Arifin, berharap lulusannya harus ambil bagian diantara empat pilar penegak hukum.

“Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum harus ambil bagian diantara empat pilar penegak hukum. Yakni, Polisi, Jaksa, Hakim, dan Advokat.” kata Arifin sapaan akrabnya saat ditemui usai acara di Aula 1 kampus 1 UIN Walisongo, Semarang, Rabu, (11/07)

Beralihnya gelar dari sarjana hukum Islam ke sarjana hukum, memperjelas bahwa lulusan Fakultas Syariah mempunyai orientasi menempati empat pilar penegak hukum yang sebelumnya terbatas karena terdapat embel embel Islam di belakang gelar.

“Fakultas kita mempunyai keunggulan tersendiri di banding Fakultas hukum lain yang hanya mempelajari hukum nasional, sedangkan kita belajar keduanya. Hukum Islam dan hukum nasional. Apalagi sekarang gelarnya SH. Sudah tidak ada halangan lagi berkompetisi untuk ambil bagian diantara empat pilar penegak hukum,” kata alumnus Magister Humaniora UGM Yogyakarta .

Mengingat mata kuliah yang diajarkan bukan hanya hukum positif, Arifin menekan mahasiswa tidak bergantung di bangku akademik saja. Melainkan bisa dipelajari di luar waktu perkuliahan.

“Seyogyanya mahasiswa di senggang senggang waktu bisa berdiskusi bedah kasus yang terjadi, dan belajar tema debat hukum mahasiswa. Dengan cara ini, menambah kekayaan pengetahuan yang kemudian dicari dasar hukumnya,” tambahnya.

Faqihuddin selaku pemateri mengaku, kalau materi yang disampaikan saat pelatihan Advokat merupakan secara garis besarnya saja. Selebihnya mahasiswa memperdalam secara mandiri atau belajar kepada orang lain.

Pelatihan advokat yang digelar Fakultas Syariah dan Hukum menarik perhatian Firlianto mahasiswa asal Palembang yang rela menahan liburannya ke kampung halaman demi tertarik mengikuti acara pelatihan tersebut. Ia begitu mengapresiasi diadakan pelatihan advokat.

“saya apresiasi adanya pelatihan Advokat, karena kegiatan semacam ini bentuk perhatian Fakultas terhadap mahasiswanya,” kata mahasiswa jurusan ilmu falak tersebut.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari penuh, Rabu dan Kamis. Mengundang pemateri diantaranya Ketua DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sutrisno, Advokat seneor yang juga alumnus Fakultas Syariah UIN Walisongo, Misbahul Huda, Faqihuddin dan Moh Arifin. (ink/aff)