KPID : Anak Muda Jangan Mudah Terpengaruh Iklan dan Hoaks

0
83
Divisi Pengembangan dan SDM KPID Jawa Tengah Dini Inayati memaparkan materi di acara Pelatihan Literasi Media Online dan Manajemen ROHIS se-Kota Semarang, Sabtu, (28/07) siang. (doc.Wahid Foundation)

Literasi media televisi sangat penting bagi anak muda agar tidak terpengaruh oleh derasnya tayangan iklan. Pasalnya tayangan layar kaca mempengaruhi kehidupan nyata generasi milineal.

“Konstruksi tayangan televisi disajikan untuk penonton. Kita tidak sadar, orang yang tidak punya literasi mengkonsumsi televisi akan terpengaruh. Jangan sampai terpengaruh iklan dan berita hoaks,” ungkap Divisi Pengembangan dan SDM KPID Jawa Tengah Dini Inayati dalam acara Pelatihan Literasi Media Online dan Manajemen ROHIS se-Kota Semarang, Sabtu, (28/07) siang.

Pola pikir penonton dimainkan oleh iklan di media. Dampaknya pola fikir kita dipengaruhi oleh tayangan tersebut tidak disadari oleh penonton.

“Setiap orang minimal 2 jam per hari menonton televisi, pengaruhnya cara berfikir dan perilaku nyata. Paling tidak mengendalikan selera kita. Anak zaman sekarang, disuruh makan pohung tidak mau karena di televisi adanya iklan mie instan. Secara tidak sadar membentuk perilaku dan cara berpikir,” tambahnya

Ia menegaskan literasi media televisi juga mengajak pemuda bahwa televis menyiarkan sesuai kecenderungan penonton dan kemudian mendapatkan pemirsa banyak dan iklan yang banyak.

Tercatat omset iklan tahun 2016 hingga, 138,4 T naik 14% dari 118 T pada tahun 2014 dengan rincian iklan ponsel pintar dan perangkat dan layanan komunikasi 2,5 T , perawatan rambut 2,5 T, produk kopi dan teh 2,3 T serta produk perawatan kecantikan mencapai 2,2 T.

Tetap Nonton TV

Berdasarkan penelitian Neilsen Media Consumer View merilis data pada tahun 2017. Di era digital masyarakat Indonesia 96% menonton televisi. Media luar ruang sebanyak 53% Media dari sebanyak 44%. Sedangkan radio sejumlah 37%, koran hanya 7% dan tabloid menempati prosentasi terendah 3%

“Hampir semua rumah ada televisi. Meskipun tanpa LED ada yang melalui live streaming untuk nonton televisi,” ungkap alumnus Undip

Hasil penelitian tahun 2016 APJII dan Poling Indonesia, mengalami peningkatan penggunaan internet signifikan, 2014 sejumlah 34,9% meningkat 51,8%. Itu berpengaruh pada privasi dan struktur sosial disekitarnya.

“Media sosial dapat mengubah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Kemampuannya untuk terhubung dengan cepat antara satu domain. Berbeda dengan 5-6 tahun yang lalu. Sehingga jati diri membuka dan mudah dilacak oleh siapa pun,” papar alumnus SMAN 1 Purwokerto.

Perubahan itu terjadi dikarenakan pengguna media sosial leluasa melakukan kegiatan di media sosial. Dunia maya menyajikan kebebasan untuk mengungkapkan apapun.

‘Media sosial bebas lepas karena kita adalah broadcaster semuanya,” pungkasnya. (rais/rais)

 

 

.