Konferensi Memperingati Hari Tani Nasional 2018 Dilaksanakan di Semarang

0
434
Pamflet undangan Konferensi Hari Tani Nasional 2018 di Semarang. foto: Istimewa

Justisia.com – Konferensi Reforma Agraria dengan tema “Konferensi Agraria untuk Keadilan Sosial dan Keadilan Ekologis”, kembali akan diperingati pada tanggal 12-14 September 2018. Terselenggaranya acara ini merupakan sebagai perwujudan untuk peringatan Hari Tani Nasional yang sedianya diperingati setiap tanggal 24 September.

Tujuan acara ini sendiri adalah sebagai upaya merefleksikan kembali permasalahan agraria dan bagaimana cara penyelesaiannya dalam masyarakat. Dalam hal ini, Jaringan Masyarakat Sipil di Jawa Tengah menjadi inisiator atas terselenggaranya acara yang didukung oleh beberapa elemen organisasi masa seperti, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), LBH Semarang, KSMW, PMII Komisariat Semarang, Dema UIN Walisongo Semarang, dan lainnya.

Adapun rangkaian acara mulai dari diskusi panel, temu petani se-Jawa, pameran karya (lukisan , poster, dan lain-lain), pentas, hingga musik. Acara ini rencananya akan dimulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Yang bertempat di Audit 1 lantai 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.

Untuk hari pertama Rabu 12/9, akan di isi dengan dua sesi forum. Forum pertama akan dilaksanakan Stadium General yang di isi oleh Hendro Sasongko (pakar ekonomi politik), Siti Rakhma Mary Herawati (Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan Lingkungan YLBHI), dan Andik Hardiyanto (merDesa Institute). Sesi kedua dilaksanakan diskusi Panel 1 dengan tema Menilik Kebijakan Agraria oleh Zainal Arifin (Direktur LBH Semarang), M Shohibuddin (Sajogyo Institute), dan Haidar Adam (HRDL Unair)

Hari kedua Kamis 13/9, diskusi Panel 2 dengan tema Reforma Agraria dan Spirit Keagamaan oleh Roy Murtadho (Sajogyo Institute), Pdt Rudolfus Antonius ( Pendeta GKMI), dan Ensiklik Laodato Si (Tokoh Katolik). Sesi selanjutnya diskusi Panel ke 3 dengan Tema Korupsi di Sektor Agraria oleh Pujiono (PUKAT Undip), ICW, dan Perwakilan dari KPK RI.

Hari ketiga Jumat 14/9, sesi pertama akan di isi dengan forum diskusi Panel ke 4 dengan tema Perempuan dalam Pusaran Konflik Agraria oleh Dian Puspita Sari (Direktur LRC KJHAM), Khalisa Khalid (Walhi Nasional), Dewi Candraningrum (Jejer Wadon), dan Gunarti (Tokoh JMPPK). Sesi terkahir, diskusi Panel ke 5 dengan tema Pembangunan dan Konflik Agraria oleh Arif Yogiawan (Ketua Bidang Kampanye dan Jaringan YLBHI), Merah Johansyah (Direktur JATAM), Benny D Stianto (Ahli Hukum lIngkungan UNIKA), dan Budi Pego (Pejuang Lingkungan Banyuwangi). (J/red)