Koordinator Pelita: Santri Mereduksi Kelompok-Kelompok Intoleran

0
302
Ketua Pelita Semarang, Stiyawan Budi. Foto: Watsshap pribadi
Koordinator Pelita Semarang, Setyawan Budy. Foto: Whatsap pribadi

Justisia.com- Hari Santri Nasioanal jatuh setiap tanggal 22 Oktober sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran kaum santri dalam meraih kemerdekaan dan dalam menjaga perdamaian di Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional di berbagai tempat di Indonesia selain dirayakan oleh mayoritas umat Muslim, namun banyak dari golongan non Muslim hingga tokoh lintas agama juga turut andil dalam Peringatan Hari Santri.

Salah satunya, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budi, ia mengatakan bahwa Peringatan Hari Santri adalah sebagai pengingat atas peran besar kaum santri di Indonesia, terutama dalam menjaga perdamaian.

“Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober mengingatkan kita akan perjuangan para santri dalam membela tanah air. Oleh karena itu, spirit perjuangan para santri di masa lampau harus kita teladani demi menjaga keutuhan NKRI yang beragam suku, bahasa, agama, maupun kepercayaan. Selamat Hari Santri Nasional,” ujarnya kapada wartawan justisia.com saat di hubungi lewat pesan singkat, Rabu (19/10).

Ia menambahkan bahwa peran santri, terutama dalam menghalau golongan yang intoleran.

” Santri berupaya mereduksi kelompok-kelompok intoleran yang bertujuan merubah NKRI dan Pancasila,” imbuh pria yang akrab di panggil Mas Wawan tersebut.

Wawan juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang turut memperingati Hari Santri untuk terus menjaga dan meneladani nilai-nilai baik dari santri.

“Kepada seluruh masyarakat yang turut merayakan Hari Santri Nasional, bahwa merayakan Hari Santri hendaknya juga diikuti dengan meneruskan teladan para santri yang telah berjuang bagi kemerdekaan RI. Bagi para pemuda yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren harus bangga menyandang gelar santri karena santri adalah salah satu pilar penyokong NKRI dan Pancasila,” pungkas pria yang beragama Katholik tersebut.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017 merupakan perinagatan Hari Santri ke-3, setelah lahirnya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. (Rep.Mufti/ed.rais)