“Jangankan Untung, Balik Modal Saja Enggak”

0
267
Lulul Dyah Pytaloka saat diwawancarai reporter justisia.com dikediamannya, Rabu (18/10) (Naela/Justisia)

Berjualan di kantin kejujuran yang terletak area gedung G, gedung M, dan area Kantor Fakultas Syariah dan Hukum justru pedagangnya merugi.

“Jangankan untuk mendapatkan keuntungan, balik modal saja tak didapatkan. Justru jualannya habis dimakan orang yang tak bertanggung jawab,” jelas Luluk Dyah Pytaloka kepada reporter justisia.com Rabu, (18/10).

Mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam itu menjual berbagai jus cup di gedung G dan M. Ia sendiri bekerja sama dengan temannya Muhyi, mahasiswa semester 5 jurusan Akutansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

“Jadi saya yang modalin dan buat jusnya, lha temen saya hanya mengambil jus dari kos saya dan mengantarkan ke kampus, nanti menjelang maghrib baru dimbil,” ujar perempuan yang akrab disapa Luluk.

Alasan ia memilih berjualan dengan sistem ini karena, jika menitipkan di toko atau warung akan menambah biaya tambahan pengeluran modal.

“Namun kejujuran di Fakultas Syariah dan Hukum ini belum saya rasakan. Pada beli jus tapi gak pada bayar, kan saya rugi, dan mirisnya lagi penjualan jus yang kemaren saya rugi besar. Misalnya, hasil penjualan hanya 10 ribu rupiah saja padahal saya buat 50 cup jus,” terang perempuan yang juga bekerja paruh waktu di Mc’donal Pandanaran.

Mahasiswa asal Kendal itu berharap, mahasiswa di Fakultas Syariah dan Hukum melatih kejujuranya sendiri. (Naela)