Hanif Dhakiri : Harus Ada Inovasi untuk Meningkatkan Mutu Sarjana UIN Walisongo dalam Dunia Kerja

0
216
Menaker M. Hanif Dhakiri SAg MSi, Hadiri Dies Natalis UIN Walisongo ke-47 (dok. walisongo.ac.id)
Menaker M. Hanif Dhakiri SAg MSi, Hadiri Dies Natalis UIN Walisongo ke-47 (dok. walisongo.ac.id)

 

Justisia.com Sidang Senat Terbuka UI dalam rangka Dies Natalis ke-47 UIN Walisongo dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Hanif Dhakiri mengatakan peran sarjana dalam dunia ketenagakerjaan sangat penting . Termasuk mengenai kiprah kerja yang ditempuh oleh alumni UIN Walisongo dalam berbagai jurusan dalam orasi ilmiahnya di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo, Kamis (06/04).

Dalam kesempatan itu Hanif Dhakiri menuturkan banyaknya jumlah sarjana di Indonesia, harus diimbangi dengan inovasi dalam persaingan di dunia kerja yang diikuti tepuk tangan yang meriah dari audience.

“Proses inovasi sangat diperlukan di Indonesia guna menghadapi MEA (Mayarakat Ekonomi ASEAN) yang memerlukan sertifikasi profesi bagi para partisipannya. Dalam hal ini perguruan tinggi keagamaan (UIN Walisongo) harus berinovasi meningkatkan mutu sarjana untuk bersaing di dunia kerja,” tutur pria Alumni S1 IAIN Walisongo.

Menanggapi hal tersebut Wakil Rektor III Suparman Syukur menjelaskan, UIN Walisongo telah memfasilitasi para alumni di bidang ketenagakerjaan dengan didirikannya Walisongo Career Center pada tahun 2016 .

Pria yang akrab dipanggil Suparman, optimis akan lulusan UIN Walisongo unggul dalam hal pengetahuan agama dibanding perguruan tinggi lainnya.

“UIN Walisongo memiliki keunggulan bekal agama dibandingkan PTN umum, yang universal dan senantiasa akan relevan dengan perkembangan zaman. Kami juga sedang me-range integrasi ilmu umum dan ilmu agama,” ungkap Suparman Syukur.

Inovasi untuk meningkatkan mutu mahasiswa pun menjadi konsen perguruan tinggi yang sedang dikembangkan oleh kurikulum UIN Walisongo bagi sarjananya. Kesadaran akan potensi pada diri masing-masing mahasiswa yang ditunjang dengan kegiatan pendukung.

Wakil Rektor I Musahadi HAM menuturkan, mata kuliah yang sudah di desain untuk melatih soft skill mahasiswa seperti mata kuliah Kewirausahaan, serta adanya hidden curiculum berupa workshop ,pengembangan mahasiswa, dan terobosan baru. .

“Selain bekal kompetensi prodi (mata kuliah) , kompetensi-kompetensi tambahan (workshop) sekarang telah diakomodasi dan masuk dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah),” pungkas Musahadi. (VIVI/SFR).