Iklan Global dan Dampak Alienasi Perempuan

0
277
sumber foto: i0.wp.com

Oleh: Adetya Pramandira

Dewasa ini, budaya iklan menjadi fennomena sosial yang paling krusial, dimana iklan berperan sangat penting dalam mendatangkan keuntungan bagi kaum kapitalis. Lebih lanjut, bagi kaum kapitalis iklan menjadi sarana untuk mendatangkan keuntungan yang besar dengan cepat dan mudah. Melalui iklan ini, mereka menawarkan dan membujuk konsumen untuk membeli produk yang dimilikinya. Dengan kata lain iklan sebagai propaganda dari golongan ini untuk mendatangkan modal dan menjebak konsumen untuk membelinya.

Kehadiran iklan begitu mengguncang dunia saat ini, ia tidak hanya sebagai promosi sebuah produk melainkan telah merubah struktur masyarakat dan kebudayaan. Seluruh bujukan, rayuan, dan saran yang ditawarkan oleh iklan telah mengubah tingkah laku hidup manusia zaman modern, yang lebih parah lagi iklan telah mengalienasi kaum perempuan sebagai akibat dari korban produk iklan.

Kaum kapitalis melihat perempuan sebagai obyek yang baik untuk menjadi duta periklanan demi menghasilkan barang dagangan. Kaum kapitalis tersebut menjadikan perempuan sebagai stimulus pasar. Hal ini dikarenakan perempuan dianggap mempunyai daya tarik tersendiri dan dapat mempengaruhi berbagai kalangan dengan mudah, alhasil perempuan dijadikan barang dagangan untuk mempermudah mencari keuntungan.

Sebagai contoh dalam iklan produk-produk kosmetik, yang dipampang adalah perempuan dengan tubuh seksi, langsing, tinggi semampai, berkulit putih merona dsb. Tanpa disadari ini telah menjadi doktrin bagi perempuan bahwa yang dikatakan cantik adalah yang meempunyai kriteria demikian sehingga perempuan akan berlomba-lomba untuk merubah dirinya agar bisa masuk ke dalam kriteria tersebut.

Jika kita telaah lebih dalam, maka kriteria yang sedemikian adalah hasil dari ciptaan pasar yang dimotori oleh kaum kapitalisme. Melihat Indonesia dengan tipikal masyarakatnya berkulit sawo matang maka di buatlah doktrin bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, kemudian menciptakan barang dagang berupa alat pemutih kulit. Menganggap yang cantik adalah yang bertubuh langsing maka menciptakan produk penurun berat badan atau penambah tinggi badan.

Lebih lucu lagi adalah terdapat pada iklan otomotif, seperti mobil dan sebeda motor yang sebenarnya akan lebih keren jika yang menjadi iklan adalah kaum laki-laki karena dianggap yang lebih faham akan dunia otomotif. Namun tak jarang yang bertengger diatasnya adalah perempuan dengan tubuh langsing, seksi dan cantik dengan berpakaian mini dengan memperilahtkan lekuk tubuhnya. Memang dalam kenyataanya bahwa kaum laki-laki sebagai konsumen utama dalam produk otomotif lebih senang jika melihat perempuan yang seksi dan cantik. Sehingga menjadi kesempatan bagi kaum kapitalis untuk menjadikan perempuan sebagai obyek untuk berpromosi.

Berkaitan dengan fitur yang digunakan dalam iklan tersebut dengan mengeluarkan kriteria yang idela untuk perempuan agar dianggap cantik. Maka secara tidak langsung hal tersebut telah mengalienasi perempuan yang tidak mempunyaikriteria sedemikan. Perempuan dengan kulit hitam, badan gemuk atau krempeng menjadi terasingkan dan dipandang sebelah mata dalam kehidupan sosial. Meskipun tidak semua orang mengamini hal tersebut, namun tidak sedikit pula orang yang mengiyakan. Lebih mengerikan lagi perempuan akan berusaha dengan keras agar masuk ke dalam kriteria tersebut meskipun pada kenyataanya itu sangat menyulitkan dan membuat susah dirinnya.