IAIN Walisongo Menuju Kampus Konservasi

2
226

hari bumiKampus IAIN Walisongo terlihat sepi, lalu lalang kendaraan bermotor yang bisanya terjadi pada jam kuliah tidak nampak terlihat. Senin (22/4) merupakan peringatan hari bumi sedunia, berbagai acara simbolik diselenggarakan sebagai wujud apresiasi terhadap kelestarian lingkungan.

Organisasi pecinta alam yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mawapala) IAIN Walisongo, turut mengkampenyekan lingkungan hijau di area kampus. Diawali dengan memberlakukan bebas kendaraan bermotor (car free day), panitia penyelenggara menutup akses jalan yang menuju ke gedung perkuliahan dan kantor fakultas. Car free day dimulai pada pukul 06.00-10.00.

Peraturan bebas polusi telah diberlakukan diseluruh kampus IAIN Walisongo. Namun ada pengecualian  terhadap penerapan peraturan dikampus I “ Karena lahan  parkir kampus I sudah rapi, dan jumlah kendaraan juga sedikit, jadi penerapan peraturan car free day tidak terlalu ketat seperti dikampus II dan III, “ ujar Cileng, selaku ketua panitia car free day.

Berbagai tanggapan muncul dari pengguna kendaraan bermotor. “ Saya sangat mengapresiasi kegiatan Mawapala yang menjunjung tinggi kesadaran akan pencemaran polusi, “ tutur adib, mahasiswa fakultas syari’ah. Namun, banyak juga yang keberatan atas peraturan car free day. Mahasiswa yang biasanya melakukan aktifitas menggunakan kendaraan, terpaksa memarkir kendaraan pada lahan parkir yang sudah disediakan oleh panitia. Adib menambahkan, “ jika acara car free day diselenggarakan, pihak panitia harus bertanggung jawab dengan cara adanya petugas parkir, agar keamanan kendaraan terjamin”.

Dengan tema acara menuju kampus konservasi, Mawapala mempunyai tujuan agar mahasiswa sadar bumi, tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik yang tidak bisa terurai dengan tanah. Disamping itu, menciptakan kampus yang tenang tanpa suara knalpot dan  mengurangi asap polusi yang mencemari udara.

Setelah acara car free day selesai, Mawapala melanjutkan acara bersih kampus dan berorasi di setiap kampus IAIN walisongo. Pada acara bersih kampus, semua kalangan diharapkan ikut berpartisipasi. “Kami mengharapkan kesadaran dari berbagai pihak untuk ikut bersih-bersih sampah di area kampus”, tambah Cileng. Diselenggrakannya acara bersih-bersih kampus, ditujukan agar kampus terlihat bersih dan sejuk dipandang.

Harapan kedepan panitia,  IAIN menjadi kampus konserfasi dan asri, menyetararakan kampus IAIN Walisongo terhadap kampus-kampus lain disemarang, bahwa tidak hanya gedungnya yang hijau, membuktikan lingkungan IAIN Walisongo juga hijau. (Fuhat)