Elegi Untuk Negeriku

0
94
Sumber foto: medium

Oleh: Nisrina Khairunnisa

 

Mata ini menatap nanar ketika melihat mereka yang merasa agung
Telinga ini mulai tuli ketika mendengar wacana-wacana yang nadir
Pikiran ini tampak kosong ketika mereka yang agung memporak- porandakan negeri ini
Mereka sangat asyik bermain teka-teki dalam negeri
Saking asyiknya mereka terlihat sangat tidak waras, alhasil rakyatlah yang menjadi boneka

Negeri ini bagaikan lelatu yang tak kunjung reda
Hingga semua terlena, yang berakhir nestapa dalam negeri
Demokrasi ramai oleh tindak persekusi
Seluruh penjuru di negeri ini dipadati oleh caci maki
Lantas, siapakah yang akan beraksi dalam mengatasi skandal ini?

Tidak perlu kebanyakan polemik
Parade kebencian di negeri ini akan terus mengemuka
Lempar sana, lempar sini
Rakyat dibuat pandir, uang pun deras mengalir
Aduhai gemulai sekali polarisasi mereka

Mereka yang terlalu idealis, atau kami yang terlalu apatis?
Kebenaran menjadi geming, nyaris tak ada napas dalam pembelaan
Mereka yang arif mulai melambaikan tangan,
Mereka yang agung pun terjun bebas
Relakah, negeri ini dihuni oleh mereka yang merasa agung?
Rebas air mata ini
Kami gamang, jika nantinya negeri ini digadai orang

Kami bukan warga kelas dua, kami hanya rakyat biasa yang mengabdi pada negeri
Semoga kebenaran dan keadilan tegak berdiri lewat jalan institusi
Jangan sampai anak cucu kami bertanya,
“Mah, Pah, adakah secercah kebenaran dan keadilan dalam negeri ini?”