Diskusi Organisasi Bersama Presiden dan Mantan Presiden Mahasiswa

0
39
Foto: Dokumentasi Justisia

Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) dan Islamic Development Bank (IsDB) mengundang seluruh Organisasi Intra kampus untuk berdiskusi bersama Presiden Mahasiswa M. Syarifuddin Fahmi dan mantan Presiden Mahasiswa Afit Khomsani di Auditorium 1 lantai 2 UIN Walisongo Semarang, Kamis (6/12).

Focus Group Discussion (FGD) ini membahas bagaimana sinergi organisasi mahasiswa dalam pengembangan dan pemberdayaan Mahasiswa di UIN Walisongo. Acara ini juga sebagai bahan evaluasi bagi pengurus organisasi yang sebentar lagi akan berganti kepengurusan agar kedepannya menjadi lebih baik. Berdasar pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 4961 Tahun 2016 Organisasi mahasiswa intra kampus pada dasarnya merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan penalaran serta menyalurkan minat dan kegemaran.

“Anggota maupun pengurus organisasi harus tahu regulasi dan perputaran dana agar masa baktinya tidak sia-sia, semua anggota juga harus tahu tentang visi dan struktur organisasinya sendiri, meski terlihat sepele tapi ini sangat penting”, jelas mantan Presiden mahasiswa Afit Khomsani.

Dia juga menambahkan bahwa dalam berorganisasi juga terdapat 9 nilai integritas yang harus di miliki para anggotanya yaitu peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, adil, dan sabar.

“Fasilitas-fasilitas di kampus itu sejatinya untuk mahasiswa, apabila sudah dapat izin dari pihak Universitas namun tidak diizinkan oleh Fakultas adalah tindakan yang keliru. Apabila ada tarikan biaya merupakan pungli, itu berbahaya dan harus dilaporkan, jadi yang berhak atas pembayaran fasilitas kampus adalah Pusat Pengembangan Bisnis”, ungkap Presiden mahasiswa Syarifudin Fahmi.

Selain itu dia menyampaikan pesan dari Kemenag bahwa Lembaga Pers Mahasiswa sekarang harus aktif meliput kegiatan yang ada di kampusnya karena di zaman digital sekarang ini apapun bisa diakses lewat internet dan Kemenag selalu memantau perkembangan aktivitas PTKI melaui LPM-LPM kampus. Adapun dari pihak organisasi, Universitas, maupun fakultas juga harus berkoordinasi dengan LPM agar lebih terarah.

“Dan perlu diketahui bahwa yang namanya prestasi bukan hanya memperoleh dalam bentuk medali atau naik podium namun mewakili/berkontribusi dari organisasinya ke acara tingkat nasional maupun internasional juga termasuk, ini yang perlu kita pahami bersama”, tambahnya.

Acara ini ditutup dengan cerita pengalaman organisasi dan penyampaian pesan oleh wakil rektor I Bapak Musahadi kepada para delegasi dari semua organisasi intra kampus yang datang.

“Di era teknologi dan percepatan perubahan saat ini atau lebih dikenal dengan revolusi industri 4.0 setiap generasi harus mampu mendefinisikan tantannganya sendiri, harus lebih cerdas untuk melakukan kegiatan baru agar kontribusinya saat ini tetap diakui, melakukan pemetaan kebutuhan, dan harus tahu regulasi”, imbuhnya. (Mukti)