DEMA FSH Gelar Workshop Hukum bagi Mahasiswa Baru

0
281
Peserta dan Panitia Workshop Hukum Foto bersama dipenghujung acara.
Peserta dan Panitia Workshop Hukum Foto bersama seusai upacara penutupan di Gedung Serba Guna MWC NU Kaliwungu, Kendal,Sabtu (12/8) (Doc: Husna)

Justisia.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo bekerja sama dengan PMII Rayon Syariah gelar acara Workshop Hukum di Gedung Serba Guna MWC NU Kaliwungu-Kendal, Jumat (11/8).

Acara yang diikuti 224 mahasiswa baru dari Fakultas Syariah dan Hukum ini dilaksanakan untuk pertama kalinya dengan menggantikan kegiatan rutin sebelumnya yakni Pelatihan Dua Bahasa (P2BAS) yang sudah tidak diadakan kembali oleh pihak Universitas.

Selain mendapat dukungan dari Wakil Dekan III Fakultas Syariah,kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberi pengetahuan dasar mengenai hukum sekaligus sosialisasi mengenai jurusan di Fakultas Syariah dan Hukum.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini merupakan pembekalan dasar tentang hukum untuk mahasiswa baru, yang nantinya akan sangat membantu mereka kedepannya,” jelas Moh Arifin.

Acara yang berlangsung dua hari ini diawali dengan Stadium General yang ditujukan untuk memperkenalkan Fakultas Syariah dan Hukum.

“Saya merasa terbantu dengan kegiatan Workshop Hukum ini,” ungkap ela (17), salah satu peserta acara tersebut.

Di hari kedua, acara tersebut diisi dengan materi keprodian yang di harapkan mahasiswa baru dapat memahami prodi masing-masing serta yakin dengan pilihan mereka tersebut

” saya berterimakasih sekali pada panitia, saya jadi lebih mengerti dengan prodi saya, selain itu saya bisa mendapatkan teman baru, serta pengalaman yang menarik,” imbuh mahasiswi baru dari jurusan Hukum Pidana Islam itu.

“Keprodian ini juga hampir sama tujuannya dengan Stadium General, yakni memperkenalkan serta menjelaskan kepada mahasiswa baru mengenai prodi yang mereka ambil, agar mereka mantap dan paham dengan prodi mereka sendiri,” jelas Muhamad Setiana (22), selaku Ketua Panitia acara tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan Diskusi Panel yang mengangkat tema “Full Day School” yang diharapkan mampu mengasah mental serta keaktifan mahasiswa baru agar belajar percaya diri di depan umum.

“Selain untuk melatih mereka, kita juga mencari kader-kader baru untuk dilatih lebih lanjut dan difasilitasi dengan bergabung organisasi” jelas pria yang akrab dipanggil Aceng tersebut.

Workshop Hukum yang telah menghabiskan dana Rp.8.500.000 ini berjalan dengan lancar, walaupun sempat mengalami kendala keterlambatan jadwal dan kehabisan air.

“Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar walaupun sempat mengalami beberapa kendala,” tandas pria kelahiran Aceh itu. (Husna/j)