Ciptakan Lawyer tangguh, IAIN Walisongo dirikan SLC

1
212

logo+fakultas
Justisia.com- Sebagai bekal pemahaman hukum yang lebih kepada para mahasiswa, Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang dalam waktu dekat akan mendirikan Student Lawyers Club (SLC). Pendirian SLC ini dilatarbelakangi akan minimnya pemahaman mahasiswa terkait masalah hukum, serta untuk membentuk lawyers yang tangguh sehingga perlu pemahaman, analisa hukum secara mendalam, tidak hanya pada teori, tapi lebih kepada praktek beracara.
Rencana pendirian SLC tersebut disampaikan Muhammad Arifin, Direktur Lembaga Penyuluhan dan Konsultasi Bantuan Hukum Islam (LPKBHI) Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang.
Menurutnya, pendirian SLC ini penting bagi mahasiswa, karena mahasiswa bisa memahami hukum tidak terbatas pada teori. Nantinya, SLC kata Arifin, akan diisi oleh pakar hukum yang sesuai dengan topik pembicaraan yang diambilkan dari beberapa pakar hukum dari Undip, Unisula dan kampus lainnya.
Lebih lanjut, SLC akan diisi oleh mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah hukum acara, baik hukum acara pidana, hukum acara perdata maupun hukum acara PTUN dan hukum acara PA. Arifin kemudian memastikan jika mahasiswa dalam SLC ini adalah mahasiswa semester sudah menginak semester enam atau tujuh.
Direktur LPKBHI ini juga berharap agar mahasiswa nantinya peka terhadap persoalan-persoalan hukum. Selain itu, mahasiswa juga punya keahlian dalam soal hukum, sehingga setelah lulus bisa langsung terjun di masyarakat.
“Saya berharap mahasiswa peka terhadap persoalan hukum, agar nanti sikap keragu-raguan ketika terjun di masyarakat sudah hilang, dan ketika ada masalah yang timbul bisa langsung praktek, kita menyiapkan mahasiswa yang seperti itu,” harapnya kepada Justisia, Ahad (10/3).
Tiru ILC
Program ini nantinya akan meniru dari program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang berhasil mendatangkan para pakar hukum sesuai permasalahan yang didiskusikan. SLC, lanjut Arifin, akan mengadopsi cara ILC dalam mendiskusikan suatu persoalan.
Meski begitu, program tersebut lebih diprioritaskan kepada mahasiswa. Pengelola SLC berharap agar mahasiswa bisa menangani aduan-aduan yang ada di masyarakat, serta mengharap agar mahasiswa bersedia dan mampu menangani aduan tersebut.
“Ini nanti sebagai bekal secara langsung kepada mahasiswa agar bisa berimplementasi di masyarakat. Jika ada masyarakat mengadu, mahasiswa bisa menangani,” pungkasnya. [j] Nazar