Cegah Parkir Sembarangan, Depan KOPMA Dipasangi Bambu,

1
177
Bambu yang memanjang di halaman KOPMA UIN Walisongo berfungsi menjadi penanda dilarang parkir di area tersebut, Sening (13/03). (sumber foto: Dok.Justisia/Rifqi)
Bambu yang memanjang di halaman KOPMA UIN Walisongo berfungsi menjadi penanda dilarang parkir di area tersebut, Sening (13/03). (sumber foto: Dok.Justisia/Rifqi)

[UIN Walisongo] Halaman Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Walisongo kini dihiasi bilah-bilah bambu penanda sepanjang tepian jalan tidak boleh digunakan untuk parkir karena menggangu lalu lintas.

Banyaknya kritikan dari tamu-tamu penting yang pernah berkunjung ke kampus 3. Padatnya kendaran yang terparkir di sekitar area halaman KOPMA membuat arus lalu lintas terganggu, terutama mobil yang hendak lewat pada jam-jam istirahat.

Menurut salah seorang petugas satuan pengaman Kampus III menjelaskan bahwa sebenarnya wacana pelarangan parkir sekitar depan KOPMA sudah lama. “Dari pihak birokrasi sudah memiliki wacana tersebut sejak lama,namun sekiranya baru bisa dilaksanakan sekarang,”ucap Nur Ahmad .saat ditemui di ruang kerjanya,” Senin (13/03) siang.

“Biasanya kalau jam istirahat atau makan siangĀ  pasti banyak kendaraan yang parkir. Hal yang biasanya membuat mobil para dosen atau tamu luar sulit melintas. Kadang terpaksa harus melewati jalan yang berlawanan arusnya,” imbuh pria berumur 23 tahun tersebut.

Adanya larangan pastinya akan dibarengi dengan langkah jalan keluarnya. Solusi yang ditempuh oleh pihak kampus adalah mengalihkan parkir kendaraan menuju parkiran Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) atau parkir masjid bawah.

“Kedua tempat tersebut dipilih karena lokasinya yang strategis, yaitu dekat dengan koperasi juga tidak terlalu padatnya kendaraan yang parkir. Sehingga kedua tempat tersebut diharapkan mampu menampung kendaraan-kendaraan yang biasanya terparkir di depan Kopma,” tutur pria berambut cepak kepada reporter justsia.com

Pihak keamanan berharap mahasiswa menaati putusan tersebut karena pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak KOPMA untuk menertibkan area tersebut.

“Untuk peraturan baru ini kami selaku petugas keamanan berharap agar para mahasiswa paham dan tidak hanya berkomentar bahwa pelarangan ini merupakan keputusan sepihak. Kami pastinya akan melakukan pemantauan secara intensif dan mensosialisasikan peraturan baru tersebut,” tukas pria asal Boja tersebut mengakhiri percakapan.

Penertiban parkir di halaman Kopma disambut dengan baik oleh mahasiswa, pasalnya selama ini kendaraan yang berhenti dipinggir jalan mengganggu kenyamanan jalan raya.

“Saya setuju dengan adanya peraturan baru tersebut. Memang selama ini adanya kendaraan yang parkir disekitar area tersebut memang mengganggu arus jalan. Semoga saja dengan diberlakukannya peraturan tersebut membawa dampak yang besar bagi warga kampus semuanya,” tutur Faris Mahasiswa Fakultas Syariah Semeseter 2.

Pantauan reporter justisia.com pada pukul 20.00 W.I.B banner bertuliskan pelarang parkir di halaman Kopma sedang dipasang oleh dua orang lelaki. Selain itu, area larangan parkir pun diperluas hingga depan fotokopi sebelah barat KOPMA yang ditandai pemasangan bambu di sebelah trotoar. [RIFQI/LESEN]