Rindu Ayah

Sampaikan pada layar lautan

Dua Mata Dewa

Edelweis, Rais   Pagi, menjelang matahari sepenggalan Di pendakian lengang Rais menenun mimpi Di perhelatan puisi Samar-samar suara seraknya membacakan mantra Gurindam dengan larik-larik di kukus makna Menjelang siang Terdengar getar di saku matanya Dua kerinduan membludak Membentuk cekung wajah Tuhan dan bapak   “ Tuhan dan bapak begitu tampan”.   Atas rasa gatal yang semakin mengental Rais turun...

Ada Kurcaci di Negeri Raksasa

Masih di malam hari Dua bintang di wajahnya menilik lamat-lamat angkasa malam Berhiaskan gemerlap jutaan berlian langit yang berkawan dengan sang purnama

Secangkir Kerinduan

  Oleh: Faisal Aku melihatmu mengabur di ujung senja Gaun putih yang kau pakai beradu mesra dengan angin Langkah kecil itu meninggalkan secangkir kerinduan Hidangan ketakutan akan hal terburuk yang pernah ada Yang pada akhirnya menjadi hologram era robotik mendatang Ada namun tak dapat ku pegang Kau percaya kerinduan adalah hal terburuk...

Cahaya Ilmu

Kelu bibir tak sanggup berkata Mata engan memejam dalam kegelisahan Kelok hari nan kian memuai Melampaui batasan sanubari Cahaya nan silau... Menerka gelapnya pengetahuan Berkgelut dengan pemikiran nan elok Bersandar dan berlari Menuju arah yang pasti Menyelubung dalam cahaya yang permai Berderma dengan pengetahuan nan kian nyata Tanpa dikau apalah dayaku.... Yang tak berari tanpa adanya...

Toxic yang Menawan

Oleh : M. Ainul Yaqin Kilau kemilau sorotan lampu damar Dipadu hiasan lilin pada deretan meja Ku nikmati malam dengan secangkir kopi Hitam pekat warnanya namun nikmat rasanya Nampak jelas ku lihat sepasang kekasih Memadu cinta penuh kasih Ku pandangi tiap gerak-geriknya Bermesraan di bawah pohon mahoni Menyelinap di antara rintik hujan dan...

BACA LAINNYA