BMC Walisongo Gelar Workshop Jurnalistik

0
179

SEMARANG, JUSTISIA.COM – Dalam rangka membuka gerbang wawasan jurnalisme dan kepenulisan karya tulis ilmiah, mahasiswa program beasiswa Bidik Misi IAIN Walisongo Semarang yang dikenal dengan Bidik Misi Community (BMC) menggelar workshop jurnalistik dan karya tulis ilmiah, Sabtu (22/9). Acara digelar di gedung auditorium I lantai 2 IAIN Walisongo Semarang dengan tema Wujudkan Impian dengan Goresan Pena, dihadiri seluruh mahasiswa program beasiswa Bidik Misi IAIN Walisongo.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan mahasiswa program beasiswa bidik misi tentang arti penting jurnalistik, sehingga terbangun motivasi untuk menulis,” ujar ketua panitia M. Zanuar Mirzaki. Acara ini, tambah ketua Umum BMC Walisongo M. Afifudin, juga sebagai upaya membuka wawasan peserta tentang karya tulis ilmiah yang belakangan ini menjadi sebuah tuntutan.

Workshop yang berlangsung selama sehari penuh ini menghadirkan tiga wartawan senior Suara Merdeka, yakni Hasan Hamid, Kariadi, dan Nurhadi. Dalam hal kepenulisan karya tulis ilmiah, acara ini menghadirkan Lismanto, jurnalis Justisia.com dan freelance copy-writer Harian Kompas. Tak canggung, Panitia juga menghadirkan Ahsan Fauzi, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro untuk memberi motivasi tentang jurnalisme dan media. Di sesi terakhir, materi diisi tentang jurnalisme dasar dan teknik membuat berita yang dibawakan  Kepala Biro Perwakilan Kompas Jawa Tengah Sonya Hellen Sinombor.

Journalism is not medicine, but it can heal. It is not law but it can briong about justice. It is not military but it can help keep us safe,” kata Sonya mengutip dari wartawati CBS News, Mary Mapes.

“Jurnalis tidak hanya sekedar pekerjaan, tapi sebuah jalan hidup,” tambah wartawati yang sudah 16 tahun bekerja di Kompas ini.

“Saya senang dengan adanya acara workshop jurnalistik ini. Kegiatan ini memunculkan motivasi menulis  saya, dan saya berharap acara ini ada follow up-nya, sehingga saya bisa mengembangkan kemampuan menulis saya menjadi lebih baik lagi,” tutur Ulfa, salah satu peserta workshop tersebut. (NISA)