APMW Kecam Intervensi Birokrasi Terhadap Persma

0
257
Aliansi Pers Mahasiswa Walisongo melakukan aksi di depan kampus III UIN Walisongo Semaran (03/05). dok. Yakub
Aliansi Pers Mahasiswa Walisongo melakukan aksi di depan kampus III UIN Walisongo Semaran (03/05). dok. Yakub
Aliansi Pers Mahasiswa Walisongo melakukan aksi di depan kampus III UIN Walisongo Semaran (03/05). dok. Yakub

Aliansi Pers Mahasiswa Walisongo Semarang menggelar aksi damai untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Mei. Acara yang digelar di depan Kampus III UIN Walisongo. (3/5)

Aksi tersebut menyeru kepada seluruh birokrasi kampus seluruh Indonesia agar tidak melakukan intervensi terhadap keredaksian pers kampus.

“Rektor-rektor seluruh Indonesia jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Hanya karena berita sebuah lembaga pers bisa di bekukan. Pers Mahasiswa POROS Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Menjadi bukti nyata, kebebasan insan pers di kampus masih terbentur dengan kebijakan kampus,” ucap Kordinator lapangan aksi, Dafi.

Pers Mahasiwa yang rentan akan pembredelan oleh birokrasi kampus. Membuat gerah para mahasiswa yang konsen di bidang pers. Diperlukan  payung hukum yang melindungi keberadaan persma.

“Enam tuntutan dari kami. Pertama, mengecam tindakan sewenang-wenang birokrasi kampus UAD Yogyakarta. Kedua, hidupkan kembali Persma POROS UAD Yogyakarta. Ketiga, tidak sewenang-wenang menuduh karya jurnalistik. Keempat, copot rektorat yang sewenang-wenang mengambil keputusan terhadap persma. Kelima, melindungi persma dari intervensi oknum yang tidak bertanggung jawab. Keenam, atur persma dalam UU,” tukas Pemimpin Umum LPM Missi. (J/RL)