Aksi Tutup Mulut Warnai Refleksi 13 Tahun Wafat Munir

0
204

(Mahasiswa FISIP UIN Walisongo melakukan refleksi 13 Tahun wafat aktivis HAM Munir Said Thalib, Kamis (07/09) siang (Justisia/Rais)

Aksi tutup mulut puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Walisongo mewarnai gelaran refleksi 13 Tahun wafatanya Munir Said Tholib.

Dalam aksinya, yang dipimpin oleh Agisna, Dewan Eksekutif Mahasiswa FISIP mengajak civitas akademika UIN Walisongo untuk mengetahui dan mengambil nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Munir.

“Berangkat dari kegelisahan dan kekecewaan hal-hal tersebut, juga rasa hormat kami terhadap Munir, tepat pada hari ini Kamis, 7 September 2017. 13 tahun setelah wafatnya, mengajak segenap civitas akademika di lingkungan Kampus Waisongo untuk merefleksikan diri dan mengambil niai-nilai perjuangan Munir dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan HAM,” ungkap DEMA FISIP melalui keterangan tertulis yang disebarkan di Sebrang Barat Audit II Kampus III UIN Walisongo, Kamis (7/09) siang.

Pantauan reporter justisia.com, aksi yang dilakukan di akses jalan menuju Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Isam tidak mengganggu pengguna jalan.

“Saya tidak merasa terganggu, justru aksi seperti ini mengingatkan kita akan sejarah kelam bangsa ini,” ungkap sumber Justisia.com yang tidak ingin disebutkan identitasnya. (rep. Rais/ed.Adib)