Walisongo Tanggap Cepat Problemmatika Hilal Ramadahan 1438

0
219
Sambutan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Ahmad Arif Junaidi dalam acara Seminar dan Pelatihan Operasional Teleskop untuk Rukyatul Hilal Ramadhan 1438 di aula Masjid Agung Jawa Tengah (23/04/2017) (doc: aufa)

Justisia.com – Prodi Ilmu Falak Program Pascasarjana Univesitas Islam Negeri Walisongo Semarang menanggapi problematika hilal awal dan akhir Ramadhan dengan menyelenggarakan pelatihan operasional teleskop untuk Rukyatul Hilal Ramadhan 1438.

Acara yang diselenggarakan di Aula Masid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang pada Minggu (23/04/17) mengundang Slamet Hambali (Praktisi Ilmu Falak UIN Walisongo), Ahmad Izzuddin(Dosen UIN Walisongo) , AR Sugeng Riyadhi (Praktisi Falak) , dan Anisa Budiwati(Ahli Fisika).

Acara ini diadakan sebagai bentuk penyambutan Pascasarjana UIN Walisongo di Ramadhan tahun ini.

“Kami sebagai praktisi dan pegiat falak menyambut Ramadhan. Menurut prediksi perhitungan, Ramadhan tahun ini hilalnya tinggi sekitar 8⁰, jadi perlu diadakankegiatan pelatihan pengamatan rukyah. Makanya kami adakan seminar dan pelatihan ini,” jelas ketua panitia Imam Qusthalaani.

Selain itu hadir pula Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Nur Achmad mengapresiasi para panitia pelaksana seminar dari mahasiswa pascasarjana telah menggunakan MAJT sebagai tempat pengembangan Ilmu Falak dan berharap supaya kegiatan ini dikembangankan lagi. “Silahkan untuk kapan saja menggunakan area MAJT untuk kegiatan pengembangan ilmu falak,” jelasnya dalam sambutan.

Dalam acara tersebut para peserta diajak untuk belajar bagaimana penentuan awal bulan serata cara-cara dalam melihat hilal dengan menggunakan teleskop yang berupa teleskop manual ataupun robotik.

“Acara menarik dan menambah wawasan dari yang saya tidak tahu menjadi tahu, terutama tentang awal penentuan bulan Ramadha. Dari saya tidak tahu penentuannya dan macam-macam teleskop menjadi tahu,”ungkap Ela mahasiswi jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo

Senada juga dengan Ela, Masdar mahasiwa jurusan Ilmu Fisika Fakultas Matematika dan IPA Universitas Dipenogoro Semarang.

“Dari awal saya tertarik dengan masalah teleskop, astronomi dan lain sebagainya mungkin dengan adanya topik hilal kali ini bisa menambah pemahana saya,” terangnya saat ditemui wartawan justisia.com

Diselenggarakanya acara ini berharap supaya para peserta dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum dapat mengaplikasikan hasil seminar terutama untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. (Fauzan/Rais)