Aksi Damai Penolakan Perppu Ciptaker Oleh Aliansi Mahasiswa UNNES

doc/ Red.Justisia

Semarang, Justisia.comPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unnes mengadakan aksi tolak perppu ciptaker di depan gedung Gubernur Jawa Tengah, Kamis (30/03).

Aksi tolak perppu ciptaker yang bertajuk “Melawan dengan Gembira Kenduri UNNES, Tolak Pengesahan Perppu Ciptaker” berlangsung tanpa adanya kekerasan.

Aksi tolak perppu ciptaker, dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB yang dibuka dengan peragaan perkawinan antara Puan Maharani dengan Joko Widodo sebagai perwujudan dari badan legislatif dan badan eksekutif yang bersekongkol.

Acara dilanjutkan dengan pelemparan bunga, sebagai simbol ucapan selamat atas perkawinan tersebut, sekaligus simbol ucapan selamat bagi para investor.

Para peserta aksi menggunakan topeng yang bergambarkan para pejabat pemerintahan (Presiden, Ketua DPR, red) sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah.

Acara tolak Perppu Ciptaker ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan kecil sebelum adanya acara perlawanan yang lebih besar.

“Acara ini dilakukan sebagai simbol perlawanan kecil sebelum dilakukan aksi yang lebih besar,” ucap Abdurrozak Salis selaku Koordinator lapangan (KorLap) aksi penolakan Perppu Ciptaker.

Selanjutnya, peserta aksi melangsungkan pelantunan puisi yang menyindir para pejabat pemerintahan yang berselingkuh dengan para oligarki yang mengabaikan kepentingan rakyat.

“Fiksi atau asli, pemerintah tetap poligami,” ujar salah satu peserta aksi dalam sebuah puisi.

Setelah pembacaan puisi, aksi diakhiri dengan pembacaan doa bersama, yang bertujuan agar berakhirnya perkawinan tersebut. Kemudian acara ditutup dengan orasi dari peserta aksi, sekaligus pembakaran naskah Perppu Ciptaker. (Red. Nafis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *