Tanah Dirampas, Warga Pacel Melakukan Aksi Pendudukan Lahan Kembali

0
45
Sumber: Tim Advokasi Warga Pakel
Zusnia Galuh Wati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Warga Pacel, Licin, Banyuwangi telah melakukan aksi pendudukan lahan kembali di lahan leluhur mereka yang dirampas oleh PT. Bumi Sari sejak 20 September 2020 silam. Namun, pada Kamis (14/1) dini hari tepatnya sekitar pukul 24.00 WIB terjadi penyerangan oleh Polresta Banyuwangi terhadap warga dan tim Solidaritas. Disusul suara rentetan tembakan hingga Jum’at (15/1) 00.30 WIB.

Menurut keterangan yang diberikan oleh tim advokasi pada Kamis dini hari puluhan Polisi Polresta Banyuwangi mendatangi lokasi lahan perjuangan warga pacel. Lantas melakukan sejumlah penyerangan terhadap warga dan tim solidaritas. Telah tercatat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir telah terjadi penyerangan/kriminalisasi sebanyak 13 warga pakel.

“Dari kami karena tahu ada rombongan Polisi yang memasuki lahan perjuangan kami lantas segera menuju kesana dengan menaiki sepeda motor. Di sana sudah ada Polisi yang didukung juga oleh satpam perkebunan. Sebelum satpam perkebunan angkat suara dari pihak Polisi sendiri lantas melakukan kekerasan terhadap warga,” terang Are salah satu warga perjuangan lahan pacel.

Cak Ar menambahkan bahwa salah satu temannya atas nama Esa diserang dengan cara dibanting oleh pihak kepolisian serta kekerasan lain yang dilakukan terhadap beberapa warga yang berada di lokasi tersebut.

“Karna Esa dan Fauzi itu dihajar jadi saya ikut menghadang Polisi tersebut dengan memegang dua Polisi yang akan menghajar mereka. Lantas saya juga disangkut pautkan, saya dipegang oleh satpam dari belakang lantas didorong hingga kemudian kepala saya ditumbuk menggunakan senjata hingga mengeluarkan darah,” tambahnya.

Setelah aksi penyerangan tersebut korban telah diefakuasi ke rumah warga sekitar. Selain itu menurut keterangan yang di berikan Esa melalui media telephone bahwa mereka yang berada di sana sudah menanyakan secara baik-baik kepada pihak kepolisian, akan tetapi dari pihak tersebut tidak terima lantas melakukan penyerangan. Esa sendiri mendapatkan penyerangan berupa pukulan di bagian wajah sehingga rahangnya susah untuk dikatupkan.

Maka dari itu diberikannya 3 tuntutan kepada KOMNAS HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) dan Menteri ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) yang berisi ;

1# Cabut GHU PT. Bumi Sari

2# Mendesak Komnas HAM untuk segera melakukan investigasi lapangan atas pelanggaran HAM yang dilakukan polresta Banyuwangi.

3# Mendesak Kapolri untuk mencopot dan memecat Kapolresta Banyuwangi. [Red. IrchamM]

Baca juga:  LBH Semarang Respon Kriminalisasi Dua Warga oleh PT Pajitex

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here