Mosi Tidak Percaya, Turun ke Jalan hingga Titik Darah Penghabisan

0
26
Zusnia Galuh Wati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Mulyono, salah seorang dari Serikat Buruh menyampaikan aksinya dengan semangat yang bergelora di bulan Ramadhan yang Mulia ini.

Pada hari ini momen sangat penting di bulan puasa, Aliansi Serikat Buruh Jawa Tengah bersama-sama menyampaikan aspirasi buruh. Mulyono menyampaikan tekanan – tekanan terhadap mahasiswa ataupun buruh.

“Harus ada penjagaan kuat terhadap demokrasi, tidak boleh mahasiswa tidak menyampaikan aspirasi, tidak boleh buruh tidak berorasi,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa banyak sekali pelanggaran – pelanggaran negara terhadap kita masyarakat.

Serikat buruh sudah melakukan banyak orasi – orasi akan tetapi tidak pernah digubris oleh negara dan pemerintah.

“Suara kita hari ini tidak didengar kita akan datang lebih besar lagi, kita bosan melihat kesengsaraan buruh, migran, perkebunan, pabrik, pedagang kaki lima dan para pedagang asingan,” ungkapnya.

Mulyono juga menegaskan bahwa situasi dan kondisi sekarang ini tidak baik lagi serta regulasi yang tidak memihak. Perlindungan hukum yang jauh dari kita harapkan.

Dalam Merintis kebijakannya pemerintah terhadap buruh mendapatkan
upah dibawah UMK, tidak dibayar. Suara buruh tidak pernah didengar. Maka dari itu Mulyono menyampaikan akan turun ke jalan sampai titik darah penghabisan.

Dengan Situasi ekonomi kita saat ini apalagi sembako minyak terbesar di dunia tapi rakyat tersiksa mecari minyak goreng.

“Upahnya rendah dan kerjanya keras itu adalah perbudakan modern di Jawa tengah,” ujar pria yang penuh semangat dalam menyampaikan orasinya tersebut.

Maka dengan itu Serikat Buruh Jawa Tengah menuntut tegas kewajiban negara yang dilalaikan. [Red. M2]

Baca juga:  PBAK 2018: Dana Minimalis, Tapi Fantastis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here