Kecewa Usai Tuntutannya Ditolak oleh Ganjar, Ini Kata Warga Wadas Sendiri Soal Situasi Wadas

0
24
Screenshoot on Youtube Channel Wadas Melawan video 'Wadas Subur'
Anita Agustika Jati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Massa Aksi Solidaritas untuk Wadas yang sedari siang sudah berkumpul di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya ditemui juga oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (22/03).

Massa yang sudah membawa beberapa poin tuntutan terkait pencabutan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Bendungan Bener tersebut untuk ditanda tangani oleh Ganjar, namun pada akhirnya Gubernur Jateng tersebut menolak sehingga dialog itu belum menemukan hasil.

Siswanto, salah satu warga Wadas menuturkan bahwa warga Wadas sudah berjuang selama enam tahun. Sudah banyak tuntutan yang disampaikannya kepada berbagai pihak termasuk Gubernur Jawa Tengah, warga juga meminta kapolres jangan sampai ada kekerasan di Wadas.

Namun pada kenyataannya, pada tanggal 8-10 Februari lalu terjadi pengepungan di Desa Wadas yang membuat warga menjadi trauma dan tertekan atas kejadian itu.

“Sampai saat ini masih ada polisi yang sering ke sana (Desa Wadas), hampir tiap malam itu patroli,” ujar Siswanto.

Ia mengatakan tiba-tiba polisi tengah malam patroli, lalu ketika ditanya oleh warga apakah ada surat tugas untuk patroli, pada kenyataannya tidak ada surat tugas untuk patroli.

Izin penetapan Lokasi (IPL) masih ada, jadi masih tetap berjalan walaupun banyak warga berupaya untuk mencegahnya. Namun, pemerintah tidak mengambil sikap untuk menghentikan atau mencabut IPL yang selama ini dituntut oleh warga Desa Wadas.

“Upaya yang paling efektif kita lakukan ya kita hanya bertahan di lapangan. Karena itulah satu-satunya cara warga untuk menyelamatkan desanya ingin melestarikan desanya demi tidak ada rencana tambang atau aktivitas apapun,” imbuh Siswanto.

Ia mejelaskan warga Desa Wadas menjaga disetiap akses titik masuk dan setiap pos yang sudah dibangun warga. Selama ibu-ibu menjaga di pos, mereka membuat anyaman besek dan mendapatkan penghasilan. Walaupun tidak seberapa, tapi bagi warga yang bermata pencaharian sebagai petani sudah cukup karena bekerja dengan bebas, tidak diatur waktu, dan merasa nyaman tidak diatur oleh siapapun.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah tiga kali datang ke Desa Wadas. Tidak ada hasil dari kunjungannya ke Desa Wadas. Ganjar menemui warga Wadas yang pro, dimana warga pro sebenarnya bukan warga Wadas. Tetangga desa ada yang memiliki tanah di Wadas, mereka pro karena sudah dikondisikan oleh kepala desa.

Tetangga desa tersebut dikumpulkan, kemudian kepala desa menyampaikan akan ada penggusuran di Wadas yang membuat warga desa tetangga mau tidak mau menerima hal tersebut. Kepala desa menyampaikan jika tidak menerima, maka tidak akan mendapat uang atau uang tersebut dititipkan ke pengadilan.

Warga desa yang tidak tau apa-apa akhirnya yang setuju tanda tangan, sedangkan yang tidak setuju tidak tanda tangan. Mereka takut jika tidak mendapat apa-apa seperti yang disampaikan kepala desa.

Harapan dari warga Desa Wadas, Wadas tetap lestari, tetap utuh, tidak ada rencana tambang dan tetap bisa melanjutkan hidupnya di desa tersebut. Bagi masyarakat Wadas sendiri, tanah itu adalah identitas yang tidak bisa diganti dengan apapun. Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan kasus ini. Apa yang menjadi tuntutan warga segera dipenuhi. [Ed/Red. M2]

Baca juga:  Menteri Agama: Moderasi Islam Tujuan Kiblat Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here